Tribunners
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Tribunners / Citizen Journalism

Utak Atik Ketua Umum PP PBSI 2020-2024

Jagat Bulutangkis nasional diramaikan perbincangan seputar rencana pergantian kepengurusan di organisasi olahraga terpopuler kedua setelah sepak bola

Utak Atik Ketua Umum PP PBSI 2020-2024
dok pribadi
UTAK-ATIK KETUM PP PBSI 2020-2024 

Saat ini, effort serupa coba diulangi oleh Alex Tirta. Bukan rahasia lagi jika pengusaha hiburan yang pemilik Grup Alexis itu menjadi penyokong utama Agung Firman. Sudah menjadi pengetahuan umum pula jika Alex Tirta di support oleh Wiranto. Patut diduga pula jika kolaborasi Wiranto-Alex Tirta dalam memajukan nama Agung Firman sebagai ketum PP PBSI 2020-2024 didukung pula oleh tokoh-tokoh yang bersama mereka saat berjuang merebut kursi "PBSI-1" periode 2016-2020.

Yang masih menjadi rahasia adalah bagaimana kolaborasi Wiranto-Alex Tirta bisa bersinergi dengan Agung Firman. Orang nomor satu di BPK itu ditampilkan sebagai satu-satunya sosok yang mampu "menyelamatkan" bulu tangkis nasional. Melalui pemberitaan yang impresif dan masif, Agung Firman dicitrakan sebagai tokoh yang mampu membuat PP PBSI lebih profesional dan mandiri secara keuangan

Klaim ini sangat debatable. Bisa dipertentangkan. Agung Firman bukan dari jajaran pengusaha. Dia adalah birokrat yang saat ini menjadi tokoh penentu atau kunci dari sebuah institusi yang memiliki tanggungjawab besar dalam tatakelola keuangan negara.

BPK adalah salah satu institusi negara yang vital. Pemeriksaan pengelolaan dan tanggungjawab keuangan yang dilakukan BPK tidak terbatas pada pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Akan tetapi juga organ-organ strategis seperti Bank Indonesia (BI), lembaga-lembaga negara, BUMN, BUMD, serta Badan Layanan Umum (BLU), dan semua lembaga yang mengelola keuangan negara.

BPK menyerahkan hasil pemeriksaan atas pengelolaan dan tanggungjawab keuangan negara kepada DPR dan Presiden.

Sampai di sini, agaknya masih sulit diterima oleh nalar bagaimana bisa terjalin kolaborasi antara Wiranto yang kini menjabat ketua Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres), dengan Alex Tirta yang pengusaha hiburan dan Agung Firman, birokrat yang memiliki tanggungjawab besar dalam penilaian pengelolaan keuangan negara yang bersih.

Peranan vital Agung Firman dalam tatakelola keuangan negara, di pusat, daerah, serta lembaga-lembaga strategis lainnya itulah yang dikhawatirkan menimbulkan conflict of interest. Apalagi, mayoritas pimpinan organisasi bulu tangkis di daerah adalah birokrat atau "orang pemerintah".

ISU-ISU LAIN

Figur ketua umum memang selalu menjadi isu yang paling sensitiv setiap kali menjelang gelaran Munas. Tak berlebihan jika menuju Munas PBSI 2020, yang jika tak ada aral melintang dilaksanakan November mendatang di Jakarta, pro-kontra para balon ketum PP PBSI 2020-2024 tetap mengemuka.

"PBSI memang organisasi yang seksi. Tidak kalah dengan sepak bola. Jadi apa pun terkait ketua umum PP PBSI pastilah menarik," ungkap Ari Wibowo.

Halaman
123
Ikuti kami di
Editor: Toni Bramantoro
Tribunners merupakan jurnalisme warga, dimana warga bisa mengirimkan hasil dari aktivitas jurnalistiknya ke Tribunnews, dengan mendaftar terlebih dahulu atau dikirim ke email redaksi@tribunnews.com
  Loading comments...
berita POPULER
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas