Tribunners

Tribunners / Citizen Journalism

Tiga Kandidat Ketua MUI 2020-2025

Majelis Ulama Indonesia (MUI) menggelar Musyawarah Nasional untuk memilih pemimpian baru, setelah ditinggalkan KH Maruf Amin sebagai ketuanya.

Editor: Setya Krisna Sumarga
Tiga Kandidat Ketua MUI 2020-2025
TRIBUN/AHMAD ZAIMUL HAQ
FILE FOTO : Presiden Joko Widodo (tengah) didampingi Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Din Syamsuddin (kedua kanan), Ketua DPD Irman Gusman (kedua kiri) memasuki area pembukaaan Munas MUI ke-9 di Grahadi, Surabaya, Selasa (25/8/2015). Dengan tema Islam Wasathiyyah untuk dunia yang berkeadilan dan berkeadaban Munas MUI berlangsung hingga 27 Agustus 2015. SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ 

Tokoh yang satu ini dikenal alim (tafaqquh fiddin), bersahaja dan sederhana. Meski baru setahun menggantikan posisi KH Ma'ruf Amin di NU, KH Miftahul Ahyar sudah mulai dikenal dan tak asing bagi masyarakat.

Sang kiai juga mewakili NU, organisasi terbesar di Indonesia. Selain KHMiftahul Ahyar, muncul nama Buya Dr Anwar Abbas, Sekjen MUI saat ini.

Buya Dr Anwar Abbas akhir-akhir ini sering muncul namanya di media. Sikap kritisnya terhadap sejumlah kebijakan pemerintah dan persoalan-persoalan sosial telah ikut mengangkat nama baik dan menjaga marwah MUI.

Di luar kedua tokoh tersebut, ada nama KH Buchori Abdusdomad, Ketua MUI Jawa Timur. Munculnya KHAbdussomad seolah mewakili suara umat Islam dari daerah.

Siapa di antara ketiga tokoh ini yang akan terpilih menjadi ketua MUI ke depan? Tim formatur yang akan mencermati, menelaah dan menggodok secara serius siapa di antara mereka yang akhirnya diberi amanah memimpin MUI lima tahun ke depan.

Tak menutup kemungkinan juga akan muncul tokoh di luar tiga nama tersebut. Dalam hal ini, ormas dan umat menyerahkan sepenuhnya kepada anggota formatur untuk memilih mana yang terbaik menurut mereka.

Di tangan mereka, pemilihan ini akan dipertanggungjawabkan di akhirat. Atas dasar inilah, ultimate trust umat kepada para formatur tersebut dipasrahkan.

Di tengah situasi politik yang relatif gaduh seperti sekarang ini, umat hanya berharap pertama, pemilihan ketua MUI dilakukan dengan proses yang elegan, terhormat, bermartabat, dan tanpa intervensi dari pihak manapun.

Keikhlasan, kejujuran dan kearifan harus menjadi pondasi dalam suksesi MUI kali ini.

Kedua, yang terpilih adalah ulama yang ke depan diharapkan mampu menjaga marwah dan independensi MUI.

Ia juga diharapkan mampu membawa  MUI semakin besar peran dan manfaatnya untuk umat dan bangsa.(*)

Tribunners merupakan jurnalisme warga, dimana warga bisa mengirimkan hasil dari aktivitas jurnalistiknya ke Tribunnews, dengan mendaftar terlebih dahulu atau dikirim ke email redaksi@tribunnews.com
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas