Tribunners
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Tribunners / Citizen Journalism

Pemilu Diagungkan, Mudik Dianaktirikan

Pelarangan mudik ini dinilai efektif untuk menekan arus mobilisasi masyarakat juga mencegah munculnya potensi terjadi klaster baru

Pemilu Diagungkan, Mudik Dianaktirikan
TRIBUN JABAR/ZELPHI
Salah satu panitia melakukan ujicoba thermo gun yang akan digunakan saat pencoblosan pada Pemilihan Bupati dan wakil Bupati Kabupaten Bandung di TPS 07, 08 dan 09 RW 18 Kampung Cijambe, Desa Cinunuk, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Selasa (08/12/2020). Pilkada serentak seluruh Indonesia tanggal 09 Desember 2020, merupakan pilkada yang dilaksanakan saat pandemi virus corona-19. Selain logistik pemilu, Komisi Pemilihan Umum juga menyertakan sejumlah perangkat pelaksana dalam suasana adaptasi kebiasaan baru. Dalam bundel terpisah disertakan sarung tangan hingga thermo gun sebagai alat pengukur suhu dari warga pemilih yang terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT). TRIBUN JABAR/ZELPHI 

Oleh : Giosia Jeff Gracendrei dkk *)

PELAKSANAAN Pilkada serentak 2020 di tengah lonjakan kasus Covid-19 di berbagai daerah di Indonesia merupakan salah satu keresahan yang dihadapi publik dan berbagai instansi yang terlibat di dalamnya juga.

Jika dilihat secara sederhana, pelaksanaan Pilkada di tengah pandemi ini terlihat bertentangan dengan berbagai kebijakan pemerintah yang ditujukan untuk menekan penyebaran virus ini di Indonesia.

Terdapat peraturan yang diterbitkan oleh KPU terkait pelaksanaan Pilkada tahun lalu, yakni PKPU Nomor 13 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Pilkada Serentak 2020 di tengah pandemi Covid-19 yang merupakan revisi dari PKPU Nomor 6/2020 dan PKPU Nomor 11/2020 tentang Perubahan atas PKPU No 4/2017 tentang Kampanye Pemilihan Kepala Daerah hingga sosialisasi serta simulasi untuk pemungutan suara dengan penerapan secara ketat jarak sosial, pengukuran suhu tubuh, bilik suara tersendiri bagi pemilih yang bersuhu badan di atas 37 derajat celsius, fasilitas sanitasi, dan penggunaan masker.

Bagaimanapun juga, adanya Pilkada di tengah pandemi memang tidak dapat dihindari efek yang didapatkan dari keadaan yang ada.

Dibandingkan dari sudut lain, baru-baru ini, pemerintah telah menetapkan kebijakan pelarangan mudik tahun 2021.

Muhadjir Effendy, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan telah menetapkan bahwa pada tahun 2021 terdapat pelarangan mudik bagi ASN, TNI, Polri, BUMN, karyawan swasta, pekerja mandiri, dan seluruh masyarakat.

Pelarangan mudik tahun 2021 dinilai sebagai kebijakan yang tepat oleh pemerintah untuk mengupayakan vaksinasi yang sedang berjalan dapat bekerja secara maksimal dan optimal sesuai yang diharapkan.

Latar belakang adanya kebijakan pelarangan mudik tahun 2021 karena berpandangan saat libur panjang tahun lalu terjadi lonjakan kasus kematian dan penularan Covid-19.

Kasus ini selalu terjadi pasca libur panjang, seperti yang terakhir terjadi pada libur Natal dan Tahun Baru.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Editor: Eko Sutriyanto
Tribunners merupakan jurnalisme warga, dimana warga bisa mengirimkan hasil dari aktivitas jurnalistiknya ke Tribunnews, dengan mendaftar terlebih dahulu atau dikirim ke email redaksi@tribunnews.com
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas