Tribunners
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Tribunners / Citizen Journalism

Menyiapkan Talenta Digital, Menyongsong Peradaban 5G

Transformasi digital di dalam negeri yang sedang berproses saat ini masih menghadirkan dua masalah strategis.

Menyiapkan Talenta Digital, Menyongsong Peradaban 5G
Shutterstock
Ilustrasi 

Berpijak pada kecenderungan itu, Presiden pun  mendorong dunia pendidikan beradaptasi dan melakukan penyesuaian dengan perubahan itu.  Penyesuaian itu idealnya ditandai perubahan program studi, perubahan kurikulum dan perubahan karakter tenaga pendidik.

Penyesuaian untuk melakukan perubahan itu sebenarnya sudah mendapatkan momentumnya karena Presiden telah menetapkan pembangunan SDM Indonesia sebagai salah satu prioritas. Sangat relevan pula jika proyeksi kebutuhan Indonesia akan generasi muda dengan bakat digital masuk dalam program pembangunan SDM pada setiap jenjang pendidikan.

Karenanya, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bersama semua lembaga pendidikan diharapkan mulai berinisiatif membarui program studi, pembaruan kurikulum hingga menyiapkan tenaga pendidik yang relevan dengan perubahan dan kebutuhan zaman. Perubahan dan pembaruan diperlukan agar generasi anak-cucu tak hanya mampu beradaptasi, tetapi juga menjadi pelaku penting di setiap tahap perubahan zaman.

Setelah Generasi Milenial yang kini sudah memasuki dunia kerja, anak-cucu era terkini diidentIfikasi sebagai Generasi Y dan Generasi Alpha. Tantangan mereka  kini sudah menjadi persoalan riel. Tak sekadar beradaptasi, mereka bahkan harus bergegas untuk ambil bagian dalam arus transformasi digital. Bahkan, dalam hitungan waktu yang mungkin cukup singkat, para orang tua bersama Generasi Y dan Generasi Alpha akan masuk dan melakoni era teknologi 5G yang akan membentuk peradaban baru.

Komunitas global sedang bersiap menyongsong era baru itu. Generasi Y dan Generasi Alpha Indonesia pun tak mungkin menghindar dari tantangan di era itu. Maka, tak sekadar mempersiapkan kompetensi mereka, bahkan menjadi kewajiban generasi orang tua untuk melihat dan menunjukan kepada anak-cucu perkiraan tentang apa saja tantangan yang akan dihadapi oleh mereka, karena dunia dan dinamika kehidupannya mungkin tidak akan sama lagi  dengan kehidupan generasi-generasi terdahulu.

Fakta tentang kesenjangan talenta digital dan kewajiban generasi orang tua menyiapkan generasi Y dan Alpha memasuki era teknologi 5G mengingatkan lagi akan inisiatif pemerintah di masa lalu mengirimkan ribuan mahasiswa melanjutkan pendidikan S1 di sejumlah negara.

Program ini dikenal dengan Mahasiswa Ikatan Dinas  Indonesia (Mahid) yang digagas Presiden Soekarno pada dasawarsa 60-an. Mahid yang terpaksa belajar di negeri lain menjadi pilihan tentu karena keterbatasan sektor pendidikan di dalam negeri pada era itu.

Mahid mencerminkan itikad kuat dan kesungguhan generasi pendahulu menyiapkan generasi penerus menghadapi tantangan dan perubahan zaman. Untuk mengatasi  kesenjangan talenta digital saat ini, pendekatannya tentu tidak harus sama dengan program Mahid itu. Pertanyaannya adalah warisan dan bekal apa yang akan diberikan generasi orang tua kepada anak-cucu agar mereka mampu dan bijaksana merepons perubahan zaman? 

Jawaban dari pertanyaan inilah yang seharusnya menjadi fokus dan perhatian bersama. Terpenting dan utama  bagi generasi orang tua sekarang ini adalah kesungguhan mempersiapan generasi anak-cucu menghadapi hari depan mereka, karena tantangannya sangat berbeda.

Ikuti kami di
Editor: Content Writer
Tribunners merupakan jurnalisme warga, dimana warga bisa mengirimkan hasil dari aktivitas jurnalistiknya ke Tribunnews, dengan mendaftar terlebih dahulu atau dikirim ke email redaksi@tribunnews.com
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas