Tribunners
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Tribunners / Citizen Journalism

Hal Ihwal Pelarangan Mudik Lebaran 2021

Mudik merupakan suatu kebutuhan bagi sebagian besar orang. Sudah menjadi budaya yang dipraktikkan dalam jangka waktu lama.  

Hal Ihwal Pelarangan Mudik Lebaran 2021
WARTA KOTA/WARTA KOTA/NUR ICHSAN
MUDIK LEBIH AWAL - Calon penumpang memadati Terminal AKAP Kalideres, Jakarta Barat, Jumat (9/4/2021). Terkait adanya larangan mudik oleh pemerintah, sejumlah warga mengakalinya dengan mudik lebih awal untuk menjalani tradisi munggah yakni menjalani pekan pertama puasa ramadan di kampung bersama keluarga besarnya, setelah itu mereka kembali lagi ke Jakarta dan merayakan lebaran di ibukota. WARTA KOTA/NUR ICHSAN 

Pelarangan itu ditambahi Addendum SE No 13 Tahun 2021 tentang Peniadaan Mudik Hari Raya Idul Fitri Tahun 1442 Hijriah dan Upaya Pengendalian Penyebaran Covid 19 selama Bulan Suci Ramadhan 1442 Hijriah, yang akan berlaku pada H-14 (22 April-5 Mei 2021) dan H+7 (18-24 Mei 2021).  

Di dalamnya diatur tentang syarat melakukan perjalanan dengan alat transportasi melalui darat, laut maupun udara.  

Pemerintah dalam hal ini Satgas Covid 19 melakukan pengetatan aturan bagi mereka yang hendak melakukan perjalanan baik melalui darat, laut maupun udara.  

Sampai di sini, saya sebagai ibu rumah tangga , menilai pemerintah telah melakukan upaya pencegahan melonjaknya jumlah kasus Covid 19 secara baik.  

Namun kemarin saya baca di CNN Indonesia 23 April 2021, Kofifah Indar Parawansa, Gubernur Jatim mengeluarkan pernyataan mengizinkan para santri pondok pesantrean di wilayahnya untuk mudik ke kampung halaman masing masing di saat Lebaran.  

Izin diberikan atas alasan tidak ada lagi kegiatan di pesantren lantaran memasuki libur Lebaran. Rupanya upaya pemerintah tidak didukung pejabat daerah, dalam kasus ini.  

Di media berbeda, Kompas.com 23 April 2021 saya baca ada 132 orang Warga Negara Asing asal India yang masuk ke Indonesia.  

Dikatakan para WNA ang masuk tersebut kebanyakan adalah ibu rumah tangga yang mengunjungi suaminya dan anak anak pemegang Kitas (Kartu Ijin Tinggal Terbatas).  

Di dalam benak saya, saya berpikir kejadian itu cukup aneh. Warga negara sendiri dilarang mudik tetapi Warna Negara Asing yang bahkan di negaranya sedang melonjak kasus covid 19 sampai pemerintahnya kewalahan menangani, malah diizinkan masuk ke negara kita.  

Larangan yang bertujuan mengendalikan kenaikan kasus Covid 19 hanya akan berhasil kalau didukung anggota masyarakat dengan kesadaran penuh untuk mendahukan logika dari pada emosi.  

Juga didukung Pemda dalam pelaksanaannya, pengawasan pelaksanaan aturan yang ketat, dan konsistensi pemerintah. Jangan sampai kasus yang terjadi di India melanda kita. Semoga.(*)      

Ikuti kami di
Editor: Setya Krisna Sumarga
Tribunners merupakan jurnalisme warga, dimana warga bisa mengirimkan hasil dari aktivitas jurnalistiknya ke Tribunnews, dengan mendaftar terlebih dahulu atau dikirim ke email redaksi@tribunnews.com
  Loading comments...
berita POPULER
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas