Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribunners
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Tribunners / Citizen Journalism

Filateli

Filateli Pemicu Bahasa Asing di Era Dijital, Kegiatan Membaca Lebih Menarik

Seorang filatelis biasanya melakukan penelitian mendalam tentang benda – benda pos koleksinya, mulai dari sejarah penerbitan sampai detail teknis penc

Filateli Pemicu Bahasa Asing di Era Dijital, Kegiatan Membaca Lebih Menarik
Foto Gilang Adittama
Prangko dan benda filateli jadi bahan ajar para pelajar Indonesia di beberapa daerah saat ini. 

Oleh: Gilang Adittama *)

TRIBUNNEWS.COM - Berbeda dengan sekedar mengumpulkan prangko, filateli yang berasal dari kata philos dan ateleia menuntut para penggiatnya untuk lebih mencintai dan mengekspresikan kegemarannya pada bidang yang lebih luas.

Seorang filatelis biasanya melakukan penelitian mendalam tentang benda – benda pos koleksinya, mulai dari sejarah penerbitan sampai detail teknis pencetakan.

Berbekal pengetahuan ini, biasanya seorang filatelis akan bisa berpartisipasi dalam kompetisi berskala internasional dengan berbagai kelas seperti postal history, thematic, modern philately, aerophilately, postal stationery, maximaphily, literature, dan sebagainya. Bukan hanya diberi kebebasan mengekspresikan kecintaannya pada benda – benda pos, seorang filatelis juga dihadapkan pada peluang besar untuk menguasai bahasa asing dengan mudah.

Jika belajar bahasa umumnya dimulai dari mengusai kosa kata, maka dalam proses penguasaaan ini akan sangat terbantu oleh hobi filateli. Setiap prangko ataupun benda lainnya pasti mengandung informasi verbal dalam bahasa resmi negara penerbitnya.

Banyak dan intensnya pajanan bahasa asing yang diterima oleh seorang filatelis melalui pengamatan terhadap benda – benda pos, maka proses akuisisi kosa kata akan terasa seolah otomatis atau lebih dikenal dengan istilah ‘incidental acquisition’.

Di tingkat kompetisi internasional, para filatelis biasanya mencari lebih banyak informasi dari berbagai literatur filateli maupun non-filateli untuk mengembangkan studi di koleksinya.

Pada aktivitas membaca, memahami makna, dan menerjemahkan beberapa bahasa asing inilah terjadi proses ‘deliberate learning’. Dengan demikian, filateli dapat berperan sebagai pemicu bagi tumbuhnya wawasan bahasa asing dan literasi di kalangan pelajar di era teknologi dan distraksi ini.

Ketika hobi ini semakin digeluti hingga ke tahap kompetisi, maka akan terbuka kesempatan bagi para filatelis, khususnya remaja, untuk mengembangkan kemampuan menulis dalam bahasa asing.

Dalam berbagai kompetisi di bawah naungan F.I.P (Federeation Internationale de Philatelie), F.E.P.A (Federation of European Philatelic Associations) dan F.I.A.P (Federation of Inter-Asian Philately) koleksi harus disusun dengan deskripsi dalam beberapa bahasa resmi: Inggris, Jerman, Prancis, Rusia, dan Spanyol.

Halaman
123
Ikuti kami di
Editor: Johnson Simanjuntak
Tribunners merupakan jurnalisme warga, dimana warga bisa mengirimkan hasil dari aktivitas jurnalistiknya ke Tribunnews, dengan mendaftar terlebih dahulu atau dikirim ke email redaksi@tribunnews.com
  Loading comments...
berita POPULER
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas