Covid, Tarekat dan Rumah Lumbung
TGB HM Zainul Majdi kembali menanyakan keberdaan Mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan.
Editor:
Facundo Chrysnha Pradipha
Penjelasan mengenai vaknus ini diikuti anggukan kepala oleh TGB.
"Memang harus terus mendapat dukungan," kata TGB lagi.
Sesaat kemudian Dahlan Iskan menanyakan rekan TGB.
Pertanyaan tertuju pada Hakey Mahfudz, pria asal Bangil, Pasuruan.
Begitu disebut daerah ini, Dahlan membahas Majalah Al Muslimun.
Saat remaja, ia kerap membaca majalah ini.
Majalah bulanan yang dikelola oleh para pengajar Pesantren Persis Bangil disebut memiliki isi yang bagus.
Perbincangan kemudian mengalir ke soal pandangan keberagaman.
Sikap wasathiyah penting untuk selalu didengungkan dan dipraktekkan oleh Al-Azhar.
Dahlan kemudian berkisah akan pengalaman kecil sampai remajanya yang tumbuh kembang dalam tradisi tasawuf.
Keluarganya mursyid Tarekat Satariyah, bahkan, ia sempat hendak diminta menjadi mursyid tarekat ini.
"Karena penerusnya masih kecil. Harusnya saya dapat saja mengambil alih. Tapi, saya pikir tidak usah. Kemudian saya pergi ke Kalimantan," imbuhnya.
Kisah tarekat ini kemudian disambut TGB, Doktor Ahli Tafsir Alquran bercerita bila mursyid tarekat di Mesir dan negara Timur Tengah lainnya begitu parlente.
Beberapa mursyid di antaranya menteri dan tentara berpangkat jenderal.
"Necis dan keren Abah penampilannya. Kalau zikir ya bisa sampai pagi. Kuat-kuat ibadahnya," terang TGB.
Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com
Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.