Tribunners

Tribunners / Citizen Journalism

Rayakan Hari Wayang Nasional, Sena Wangi Gelar Program 'Living ICH Forum for WPT in Indonesia 2021'

Di sini pentingnya wayang sebagai jiwa, cermin kehidupan, dan perekat kebhinnekaan, serta pilar peradaban bangsa.

Editor: Toni Bramantoro
Rayakan Hari Wayang Nasional, Sena Wangi Gelar Program 'Living ICH Forum for WPT in Indonesia 2021'
Dok. Sena Wangi
Suasana jumpa pers rencana penyelenggaraan acara 'Living Intangible Cultural Heritage Forum for Wayang Puppet Theater in Indonesia 2021' di Sekretariat SENA WANGI, Gedung Pewayangan Kautaman, Jakarta Timur, Jum’at (8/10/2021). 

Selain Ketua Umum SENA WANGI, Suparmin Sunjoyo, hadir di acara jumpa pers tersebut, Eny Sulistyowati SPd, SE, MM, Ketua Bidang Humas dan Kemitraan SENA WANGI, dan Nurrachman Oerip, SH, (Ketua Pelaksana Program Living ICH Forum for WPT in Indonesia).

Hadir juga Kondang Sutrisno, SE, Ketua Umum PEPADI (Persatuan Pedalangan Indonesia), Luluk Sumiarso - Ketua Umum PEWANGI (Persatuan Wayang Orang Indonesia), Kabul Budiono, Dewan Pengawas TVRI, Ninok Leksono, Pengamat Budaya, serta Agus Prasetyo S.Sn, Aktor dan Sutradara Wayang Orang.

Pada saat yang sama Ketua Pelaksana Program Living ICH Forum for WPT in Indonesia, Nurrachman Oerip SH., menjelaskan, bahwa acara Living ICHF for WPT in Indonesia, akan digelar tanggal 7 – 9 November 2021 mendatang.

Program Living ICH Forum for WPT in Indonesia ini diselenggarakan Sekretariat Nasional Pewayangan Indonesia (SENA WANGI) dalam rangka memeriahkan peringatan Hari UlangTahun Ke-3 HWN.

“Acara ini diharapkan dapat mendorong kreativitas dan inovasi pelaku seni dan budaya, khususnya komunitas wayang Indonesia agar peringatan HWN makin dinamis, dan berkemajuan,” ujar Nurrachman Oerip SH.

Program Living ICH Forum for WPT in Indonesia, lanjut Nurrachman, menjadi forum komunikasi interaktif budaya antar pemangku kepentingan di lingkup nasional maupun internasional.

“Program ini bertujuan mendorong bertumbuh kembangnya people to people contact and cooperation antar bangsa dan Negara berdasarkan paradigma kebudayaan sebagai bridge builder of humanity karena sejatinya culture is a humanlink of understanding,” ujarnya.

Wayang, kata Nurrachman, dapat menjadi komponen pendukung pembentukan karakter bangsa, sekaligus mempertahankan eksistensinya sebagai budaya bangsa.

“Waktu terus berganti. Zaman berubah, namun wayang tetap eksis. Tidak hanya sebagai tontonan, tetapi juga tatanan dan tuntunan, sarana pembentukan karakter, terutama untuk generasi muda,” ujar pemrakarsa Program Living ICH Forum for WPT in Indonesia ini.

Rumah Wayang Dunia
Di acara yang sama, kepada wartawan Ketua Bidang Humas dan Kemitraan SENA WANGI, Eny Sulistyowati SPd, SE, MM, menyampaikan, bawah penyelenggaraan program Living ICH Forum for WPT in Indonesia pada tahun 2021, adalah rintisan awal menjadikan Indonesia ‘Rumah Wayang Dunia.’

Halaman
1234
Tribunners merupakan jurnalisme warga, dimana warga bisa mengirimkan hasil dari aktivitas jurnalistiknya ke Tribunnews, dengan mendaftar terlebih dahulu atau dikirim ke email redaksi@tribunnews.com
Ikuti kami di
berita POPULER
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas