Relasi Sinergis Nahdlatul Ulama dan Partai Gerindra
Jargon yang dikibarkan NU “hubbul wathon minal iman”, cinta tanah air adalah bagian inti keimanan, sejalan dengan Gerindra.
Editor:
Malvyandie Haryadi
Oleh: Drs Sudarto, MM (Ketua DPP Partai Gerindra)
TRIBUNNERS - Relasi Nahdlatul Ulama (NU) dengan politik mengalami pasang surut.
Kiprah NU dalam politik dan negara, terbingkai dan terpola secara kuat.
Kuatnya kiprah NU di jagad politik Indonesia, setidaknya bertumpu pada tiga hal.
Tiga hal itu adalah: pertama, landasan teologis yang menjadi basic teoritik dan road mapp gerakan dan garis perjuangan NU.
Kedua, pengalaman panjang jatuh bangun mengawal perjalan bangsa.
Baca juga: Prabowo Akan Menyampaikan Sikap Gerindra soal Pemilu 2024
Ketiga, sumber daya kader yang melimpah.
Artikel berikut, mencoba memanfaatkan tiga keunggulan NU dalam bernegara ini, sebagai basis reasoning untuk meretas jalan baru relasi NU dengan partai politik (Parpol), utamanya Partai Gerindra.
Titik Temu dan Sinergitas Politik NU dengan Partai Gerindra
Sekilas tampak agak memaksakan mengaitkan relasi NU dengan Parta Gerindra.
Tetapi jika dicermati, sejatinya praktek dan kiprah politik hamper dua dekade Partai Gerindra berdiri, bisa disebut sejalan bahkan dalam banyak hal, telah dan tengah memainkan sebagai “alat perjuangan” NU di ranah politik.
Peran politik Partai Gerindra, pada sejumlah hal menguatkan hal ini (perjuangan politik NU).
Berikut adalah sederet faktanya: jika NU adalah pelopor nasionalisme santri (Islam), Partai Gerindra adalah (terutama mewujud dalam sosok pendirinya, Prabowo Subianto) pilar utama nasionalisme berbasis horeisme.
Juga, dari sekian Ketua Umum Partai Politik beraliran nasionalis, Prabowo-lah satu-satunya yang paling dekat dengan para kyai dan ulama.
Sementara secara struktur, Partai Gerindra memberikan sejumlah posisi strategis kepada kader-kader NU, di jajaran kepengurusan Dewan Pimpinan Pusat (DPP), Dewan Pimpinan Daerah (DPD Provinsi), dan Dewan Pimpinan Daerah (DPD Kab/kota) Partai Gerindra.
Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com
Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.