Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribunners
LIVE ●

Tribunners / Citizen Journalism

Harga Pertamax Meroket, Mengapa Solar dan Pertalite Langka?

Kementerian ESDM sejak 10 Maret 2022 menetapkan Pertalite adalah jenis BBM penugasan menggantikan Premium dengan kuota 23,04 juta kiloliter

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Choirul Arifin
zoom-in Harga Pertamax Meroket, Mengapa Solar dan Pertalite Langka?
Tribunlampung.co.id / Kiki Adipratama
Antrean pembelian Pertalite mengular di SPBU Tanjungkarang Bandar Lampung, pasca pengumuman kenaikan harga Pertamax mulai 1 April 2022. 

Harga Pertamax Meroket, Mengapa Solar dan Pertalite Langka?

Oleh Yusri Usman*

TRIBUNNEWS.COM - Setelah PT Pertamina (Persero) pada hari kamis malam 31/3/2022 mengumumkan kenaikan harga eceran BBM jenis Pertamax RON 92 menjadi Rp 12,500 perliter, berlaku mulai 1 April 2022.

Tak lama berselang sehari kemudian, Sabtu BBM jenis Pertalite langka di berbagai SPBU daerah.

Ada selisih harga Rp 4.850 per liter antara Pertamax dengan RON 92 standar Euro 3. Perlu dicek kandungan sulfurnya apakah sudah di bawah 50 ppm.

Munculnya Pertalite Euro 2, telah memicu pengguna Pertamax migrasi besar besaran ke Pertalite, dan diprediksi sekitar 5 persen dari 13 persen konsumen Pertamax telah beralih ke BBM Pertalite.

Banyak pihak mempertanyakan mengapa Malaysia bisa menjual Gasoline RON 95 standar Euro 4 hanya seharga Rp 7000 per liter, sementara kita kualitas BBM hanya Euro 2 dan Euro 3 harganya selangit lebih mahal dari itu.

Baca juga: Harga Pertamax Naik, Konsumsi Pertalite Meningkat hingga 15 Persen

Rekomendasi Untuk Anda

BBM Pertamina yang memenuhi standar Euro 4 hanya Pertamax Turbo dengan Pertamina Dex.

Sudah pasti, dengan meningkat drastisnya pengguna Pertalite telah memberikan tekanan potensi kerugian lebih besar bagi Pertamina sendiri.

Karena konsumsi Premium dan Pertalite mencapai 83 persen dari total konsumsi BBM nasional, sangat signifikan dampaknya bagi cash flow Pertamina, wajar jika Pertamina membatasi suplai Pertalite dan Biosolar ke SPBU, karena tekornya besar sekali.

Baca juga: Harga Pertamax Naik dan Pertalite Langka, Tukang Ojek: Kasihan Kami Rakyat Kecil Ini

Anehnya lagi, Kementerian ESDM sejak 10 Maret 2022 menetapkan Pertalite adalah jenis BBM penugasan menggantikan Premium dengan kuota 23,04 juta kiloliter untuk tahun 2022.

Namun keputusan baru diumumkan pemerintah oleh Dirjen Migas di depan DPR Komisi VII pada hari Selasa 29 Maret 2022.

Masih menurut Dirjen Migas Tutuka Ariaji didepan DPR Komisi VII, sampai dengan akhir Febuari ini saja, realisasi Pertalite sudah over kuota sebanyak 18,5 persen, diperkirakan dengan konsumsi normal pada akhir tahun 2022 over kuota hanya 15 persen.

Sangat dipahami, saat ini tidak ada patokan berapa besaran subsidi Pemerintah kepada Pertamina akibat kerugian harga jual Pertalite.

Meskipun dijanjikan akan diganti oleh Pemerintah, namun waktunya tak bisa cepat, bisa terjadi 3 sampai dengan 4 tahun lagi baru akan datang baru dibayarkan pemerintah.

Halaman 1/2

Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com


Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas