Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email: redaksi@tribunnews.com.
Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.
Mempelajari Biosistematika dan Biodiversitas Serangga Melalui Pandangan Universitas Yamagata Jepang
15 mahasiswa Biologi UGM dipandu dua orang dosen berangkat ke Jepang mengikuti program tersebut di Yamagata University.
Editor: Hasanudin Aco

Pada tanggal 15 Februari – 23 Februari 2023, berlangsung program “Sakura Science Program Universitas Gadjah Mada dan Universitas Yamagata Jepang”.
15 mahasiswa Biologi UGM dipandu dua orang dosen berangkat ke Jepang mengikuti program tersebut di Yamagata University.
Dua orang mahasiswa, yakni Ibar Kairan Massadiah dan Achmad Nadhmi Arfa menuliskan catatannya.
TRIBUNNEWS.COM - Pada Jumat (17/02/2023) pagi yang mendung, Peserta Sakura Science Program berangkat ke lokasi Universitas Yamagata
Agenda hari ini adalah empat sesi kuliah oleh Prof. Jun Yokoyama, Profesor Yutaka Miazawa, Prof. Naoyuki Fujiyama, Dr. Taisuke Kanao.
Dua sesi kuliah di pagi hari dan dua sesi di sore hari. Profesor Jun Yokoyama yang pertama menyampaikan kuliahnya tentang “Bagaimana Mendeskripsikan Keanekaragaman Tumbuhan” atau “How to Describe Plant Diversity”.
Ia menjelaskan bahwa secara tradisional keanekaragaman tumbuhan biasanya dideskripsikan.
Awal mulanya, tanaman yang dideskripsikan adalah tanaman bermanfaat bagi manusia. Tanaman obat dan yang dapat dimakan paling banyak diilustrasikan dan didokumentasikan pada zaman kuno.
Di zaman modern, spesies baru didokumentasikan mengikuti seperangkat aturan yang ketat. Secara formal peraturan ini dimulai dengan “Systema Naturea” oleh Carl Linnaeus.
Memperkenalkan klasifikasi kerajaan tumbuhan, kerajaan hewan, klasifikasi batu.
Baca juga: Owakon, Masa Surut YouTuber, Berkurang Pendapatan, Termasuk di Jepang
Akan tetapi, sekarang jika spesies baru ingin dideskripsikan, seseorang harus: menemukan spesies baru, membandingkan dengan spesies yang sudah dideskripsikan, pemilihan spesies jenis, persiapan nama, penerbitan makalah, dan peer review.
Setelah itu Profesor Yokoyama melanjutkan kuliah tentang berbagai konsep spesies dan kladistik.
Salah satunya adalah konsep spesies filogenetik yang menyatakan bahwa organisme yang diturunkan dari nenek moyang yang sama memiliki sifat-sifat yang diturunkan dari nenek moyang yang sama tersebut. Mengakhiri kuliah dengan pendekatan mana yang diperlukan untuk mendapatkan data untuk analisis filogenetik diperlukan data molekuler dari DNA dan Protein.
Hidrotropisme


Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.