Kenapa Perlu Indonesia Unggul?
Perjalanan sejarah bangsa kita sesungguhnya cukup menjadi gemblengan untuk menuju bangsa yang kuat.
Penulis:
Hasanudin Aco
Editor:
Muhammad Zulfikar
Oleh: MH Said Abdullah, Ketua DPP PDI Perjuangan
TRIBUNNEWS.COM - Ditengah derap pembangunan infrastruktur yang kita jalankan selama hampir 10 tahun ini, kita seperti mendapati “kemegahan” namun jiwanya kosong.
Perekonomian tumbuh berlipat lipat, namun kita mendapati jiwa bangsa yang makin miskin.
Hampir sepuluh tahun ini pembangunan mental bangsa tertinggal jauh dibelakang, kalah cepat dengan laju kemajuan kemajuan fisik.
Dahulu kita mencanangkan revolusi mental agar menjadi ruh bagi seluruh gerak pembangunan lahiriah.
Tanpa ruh, tanpa mental yang memberikan “nyawa” dari pembangunan fisik, sesungguhnya pembangunan kita tanpa narasi, tanpa kerangka filosofis, kita tidak memiliki raison d'etre yang kuat.
Baca juga: Said Abdullah PDIP: Ganjar-Mahfud Jadi Dwi Tunggal Layaknya Soekarno-Hatta
Kekosongan jiwa itu makin absurd, parerel dengan makin turunnya kualitas demokrasi (demokratic governance), Indeks Negara Hukum dan Indeks Persepsi Kurupsi.
Ketiganya menjadi pekerjaan domestik yang harus dipulihkan kedepan, agar politik kewargaan kita tidak berjalan timpang.
Refleksi panjang atas perjalanan kita selama ini menjadi problem serius atas ketiadaan jiwa bangsa.
Kita makin kering keteladanan, ditengah menjamurnya silat lidah yang dikemas oleh industri citra pesona.
Problem inilah yang mendasari, menjadi raison d'etre Ganjar-Mahfud menyusun visi dan misinya sebagai pasangan calon presiden dan wakil presiden.
Ganjar-Mahfud ingin mengembalikan gagasan revolusi mental yang 10 tahun lalu kita gaungkan sebagai fondasi penting pembangunan.
Kini kita pakai sebagai modal kita menuju Indonesia emas 2045, kita pakai fondasi menuju Indonesia unggul. Bisa kita lihat dalam Visi Misi Ganjar-Mahfud, sebagian besar urusannya membangun manusia Indonesia agar menjadi manusia unggul.
Menjadi manusia unggul sesungguhnya pesan utama pembangunan.
Sebab diskursus pembangunan sedemikian rupa di reduksi urusan ekonomi, bahkan belakangan dikerdilkan lagi sebatas urusan investasi usaha.
Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com
Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.