Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribunners
LIVE ●

Tribunners / Citizen Journalism

Benarkah Pasukan Barat Belum Terlibat Pertempuran di Ukraina?

Macron secara terbuka menyebut, Rusia tidak boleh menang dalam peperangan. Ia pun menambahkan, Rusia berniat menyerang Eropa.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Setya Krisna Sumarga
zoom-in Benarkah Pasukan Barat Belum Terlibat Pertempuran di Ukraina?
Jonathan Nackstrand / AFP via Getty Images
Tentara Ukraina menerima pelatihan dari instruktur tempur asal Norwegia sebagai bagian dari program NATO pada Agustus 2023 di Trondheim, Norwegia. 

TRIBUNNEWS.COM, YOGYA – Presiden Prancis Emmanuel Macron secara terang benderang mengungkapkan hasrat politik perangnya melawan Rusia.

Pada pertemuan para pendukung Ukraina di Paris, Senin (26/2/2024), Macron mengatakan tak mengesampingkan pelibatan tentara NATO dalam pertempuran di Ukraina.

Macron secara terbuka menyebut, Rusia tidak boleh menang dalam peperangan. Ia pun menambahkan, Rusia berniat menyerang Eropa.

Banyak yang menyebut pernyataan Macron ini agresif dan bernada permusuhan. Sebagian waswas rencana ini bisa menyeret Eropa dalam perang besar melawan Rusia.

Lantas, apa sebenarnya maksud dan pesan Macron? Benarkah tentara NATO belum dilibatkan dalam perang Rusia-Ukraina?

Baca juga: Ditemukan di Ranjang, Wanita Tentara Bayaran Inggris Anggota Pasukan Khusus Ukraina Tewas di Kiev

Baca juga: Rusia: Pasukan NATO Disusupkan ke Pasukan Ukraina Sebagai Tentara Bayaran, Terungkap di Avdiivka

Pertama soal maksud dan pesan Macron, bisa jadi ini manuver Prancis mengisi kekosongan dukungan logistik untuk Ukraina oleh AS.

Eropa ingin menaikkan posisi dan peran penentu dalam geopolitik Eropa. Kedua, Macron dan Prancis ingin diperhatikan kembali sebagai faktor kunci keamanan Eropa.

Rekomendasi Untuk Anda

Ketiga, hasrat Macron itu hanya gertak sambal, yang pastinya akan ditentang masyarakat Eropa yang sudah jenuh dengan perang Ukraina.

Dampak peperangan ternyata tidak ke Rusia, tapi jadi bumerang perekonomian Eropa yang merosot tajam karena krisis energi.

Berikutnya, tentang penerjunan tentara NATO ke palagan Ukraina, sesungguhnya Macron hanya menutupi fakta sesungguhnya di lapangan.

Ukraina adalah proksi NATO melawan Rusia. Penggalangan jauh dilakukan sebelum 24 Februari 2022 ketika mesin tempur menggeruduk Ukraina.

Sejak sebelum Euromaidan 2014, kudeta berjenjang yang menjungkalkan rezim Kiev yang pro-Rusia, NATO sudah masuk Ukraina.

Mata-mata dan pasukan khusus dari berbagai negara anggota NATO sudah diterjunkan ke wilayah Ukraina, mempersiapkan perang panjang melawan Rusia.

Seorang pejabat pertahanan Eropa dikutip media terkemuka Inggris, Financial Times, mengatakan, semua orang tahu pasukan khusus barat sudah berada di Ukraina.

“Semua orang tahu ada pasukan khusus barat di Ukraina, mereka hanya tidak mengakuinya secara resmi,” kata pejabat yang tak mau disebut namanya dikutip oleh Sputniknews.

Halaman 1/4

Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com


Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas