Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribunners
LIVE ●

Tribunners / Citizen Journalism

Dari Jakarta Banteng Melawan!

Sesungguhnya keunggulan Mas Pram-Bang Doel sudah saya prediksi jauh-jauh hari atau usai pasangan ini didaftarkan ke KPUD.

Tayang:
Diperbarui:
Baca & Ambil Poin
Editor: Hasanudin Aco
zoom-in Dari Jakarta Banteng Melawan!
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta nomor urut 3 Pramono Anung dan Rano Karno memberikan keterangan menanggapi hasil hitung cepat Pilkada DKI Jakarta 2024 di Jakarta, Rabu (27/11/2024). Dalam keterangannya, Pasangan Pramono Anung - Rano Karno tetap siaga mengawal hasil perhitungan pada setiap Tempat Pemungutan Suara (TPS) dan mengucapkan terima kasih kepada warga Jakarta atas dukungan yang menempatkan mereka unggul sementara dihasil hitung cepat pada Pilkada DKI Jakarta 2024. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

De ja vu lagi. Ternyata peristiwa serupa juga terjadi di Pilkada Jakarta 2024 di mana Mas Pram-Bang Doel yang hanya didukung oleh PDIP mengalahkan sementara RIDO yang didukung KIM Plus dan dapat diasumsikan sebagai petahana, karena didukung oleh Presiden Prabowo Subianto dan mantan Presiden Joko Widodo. Ini Jakarta, Bung! 

Kedua, RIDO banyak mendapatkan sentimen negatif dari publik.

Mengapa? 

Pertama, karena dukungan yang diberikan oleh Prabowo dan Jokowi terlalu vulgar bahkan melanggar etika atau fatsoen politik. Misalnya, video dukungan Prabowo kepada RIDO justru diviralkan di masa tenang, 24-26 November 2024.

Kedua, Ridwan Kamil dan Suswono sendiri suka mengeksploitasi isu pemberdayaan janda. 

Ketiga, Menteri Perumahan dan Permukiman Maruarar Sirait yang merupakan pendukung RIDO mencoba mengusung politik identitas dengan menyatakan para pendukung Mas Pram-Bang Doel yang berasal dari non-muslim akan berpaling karena pasangan penantang itu didukung oleh Anies Baswedan, Gubernur DKI Jakarta 2017-2022 yang saat kampanye dulu membiarkan berkembangnya politik identitas. 

Alhasil, seperti perang Bharatayuda, Mas Pram-Bang Doel yang hanya didukung PDIP, seperti Pandawa yang hanya berjumlah 5 orang, berhasil mengalahkan RIDO yang didukung KIM Plus, seperti Kurawa yang terdiri atas 100 orang. 

Rekomendasi Untuk Anda

Hanya Ada Satu Kata: Lawan! 

Pilkada Jakarta 2024 sesungguhnya merupakan ajang pertarungan lanjutan antara Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri melawan Prabowo-Jokowi usai Pilpres 2024.

Hal yang sama terjadi di Pilkada Jawa Tangah 2024 di mana PDIP mengusung Andika Perkasa-Hendrar Prihadi melawan Ahmad Luthfi-Taj Yasin yang diusung KIM Plus. 

Sayangnya, jagoan PDIP itu kalah melawan Luthfi-Yasin seperti Ganjar Pranowo-Mahfud Md kalah di Jateng melawan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka di Pilpres 2024.

Dus, jika nanti Mas Pram-Bang Doel benar-benar menang di Pilkada Jakarta 2024, maka hal itu akan dikapitalisasi oleh PDIP dan Megawati sebagai modal pokok untuk melakukan perlawanan politik secara berkelanjutan melawan Prabowo-Jokowi dan oligarkinya.

Hal itu pernah dilakukan Anies Baswedan saat menjabat Gubernur DKI Jakarta kepada Jokowi, Presiden RI saat itu. Perlawanan politik Anies itu sempat membuat Jokowi kewalahan.

Hasilnya, Anies menjadi capres di Pilpres 2024.

Sayangnya, Anies yang berpasangan dengan Muhaimin Iskandar gagal mengalahkan Prabowo-Gibran yang didukung oligarki. 

Halaman 2/3

Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com


Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas