OTT Menggerus “Cuan” Operator
Indonesia termasuk tertinggi dalam menerapkan regulatory cost, karena dunia umumnya memungut hanya sekitar 9%.
Editor:
Seno Tri Sulistiyono
Tahun 2029 pengguna layanan OTT di negeri kita akan mencapai 189,5 juta dengan ARPU (pendapatan rata-rata dari tiap pengguna) sebesar 9,17 dollar AS. Pasar video OTT akan mengalami pertumbuhan signifikan karena produksi konten lokal semakin diminati khalayak.
Negara lain, semisalnya Italia dan negara-negara anggota Komisi Eropa dan Amerika Serikat sudah menikmati manisnya cuan OTT. Indonesia, jika berhasil memungut semacam pajak bagi OTT sebesar 1,25 persen seperti halnya BHP USO, kas negara bisa mendapat sedikitnya Rp 150 miliar yang akan bertambah setiap tahunnya.
Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com
Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.
Baca tanpa iklan