Soal Isu Ijazah Jokowi Palsu, Bertempurlah di Ranah Hukum!
Universitas Gadjah Mada (UGM) sudah bersuara bahwa ijazah S1 Jokowi adalah asli.
Editor:
Hasanudin Aco
Oleh: Dr Anwar Budiman SH MH
Praktisi Hukum dan Akademisi Universitas Krisnadwipayana
TRIBUNNEWS.COM - Presiden ke-7 RI Joko Widodo pasang kuda-kuda.
Ia sedang berancang-ancang menempuh langkah hukum kepada siapa pun yang mempersoalkan keabsahan ijazahnya.
Mungkin wong Solo itu sudah habis kesabarannya.
Pasalnya, Universitas Gadjah Mada (UGM) sudah bersuara bahwa ijazah S1 atau Sarjana-nya adalah asli.
Jokowi juga disebut pernah berkuliah di Fakultas Kehutanan UGM hingga lulus tahun 1985.
Jokowi juga sudah menunjukkan ijazahnya, mulai dari SD, SMP, SMA hingga S1 ke sejumlah wartawan yang mengunjungi kediamannya di Solo, Jawa Tengah, beberapa hari lalu, meskipun ijazah-ijazah itu tak boleh dipotret.
Kini, publik sedang harap-harap cemas menunggu siapa yang hendak dilaporkan Jokowi ke polisi terkait dugaan fitnah dan pencemaran nama baik terkait ijazah yang mereka sebut palsu itu.
Jokowi berdalih siapa yang menggugat atau menuduh, dialah yang wajib membuktikan kebenaran gugatan atau tuduhannya itu.
Inilah momentum yang tepat untuk menggeser pertempuran dari ranah politik ke ranah hukum.
Anggap saja apa yang disampaikan Jokowi itu merupakan tantangan kepada publik, terutama pihak-pihak yang selama ini mempersoalkan keabsahan ijazah mantan Walikota Surakarta itu untuk mengajukan gugatan ke pengadilan.
Jadikan pengadilan sebagai arena pertempuran hukum untuk membuktikan keabsahan (legalitas) atau ketidakabsahan (ilegalitas) ijazah Jokowi.
Cukuplah sudah hiruk-pikuk di ranah politik.
Cukuplah sudah kegaduhan di ruang publik. UGM sudah didatangi, rumah kediaman Jokowi pun sudah disambangi.
Akan tetapi, jawaban yang diberikan UGM dan Jokowi tak kunjung memuaskan semua pihak.
Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com
Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.
Baca tanpa iklan