Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribunners
LIVE ●

Tribunners / Citizen Journalism

Indonesia 'Bukan' Negeri Kutukan

Indonesia dikenal adi luhung budaya dan tata kramanya. Tapi banyak pejabat tak punya muka. Salah pun tetap jemawa.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Hasanudin Aco
zoom-in Indonesia 'Bukan' Negeri Kutukan
ist
SOROTI INDONESIA - Karyudi Sutajah Putra, menyoroti kondisi Indonesia saat ini. Negeri yang besar dan kekayaan alam melimpah tapi penuh dengan masalah. 

Oleh: Karyudi Sutajah Putra

TRIBUNNEWS.COM - Indonesia kaya-raya. Tanahnya subur. Lautannya luas.

Angkasanya tak berbatas  Sumber daya alam dan sumber daya manusianya berlimpah. Ironisnya, rakyatnya papa.

Negaranya bergelimang utang. 

Sebab itu, Indonesia sering dikonotasikan sebagai negeri kutukan.

Tapi tidak. Indonesia bukan negeri kutukan.

Tuhan tak pernah mengutuk siapa pun. Kecuali setan. 

Rekomendasi Untuk Anda

Indonesia hanya salah urus saja.

Salah urus oleh para pemimpinnya. Dari era ke era. Yang terjadi paradoks semua. Sampai rakyat nyaris putus asa. 

Indonesia dikenal religius. Tapi korupsi terjadi di mana-mana. Semua trias politika kena. Eksekutif, legislatif dan yudikatif.

Pucuk-pucuk pimpinan mereka kena. Ada puluhan menteri. Ada Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

Ada Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD). Ada Ketua Mahkamah Konstitusi (MK). Ada hakim agung Mahkamah Agung (MA).

Bahkan insan pers yang merupakan pilar keempat demokrasi, setelah trias politika, tak luput dari rasuah. Maka sempurnalah korupsi di Indonesia

Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mencatat, total transaksi aliran dana pada kasus dugaan tindak pidana korupsi selama 2024 mencapai Rp984 triliun. Nyaris sepertiga dari APBN 2024 yang mencapai Rp3.325 triliun. 

Indonesia dikenal adi luhung budaya dan tata kramanya. Tapi banyak pejabat tak punya muka. Salah pun tetap jemawa.

Halaman 1/2

Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com


Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas