Dilema Antara Cinta dan Panggilan
Konflik batin antara cinta dan Panggilan tidak sepele. Dilema inilah yang membuat seseorang kehilangan arah dan tujuannya.
Editor:
Sri Juliati
Mana yang akan kamu pilih? Jawabannya tentu sangat pribadi. Tentu saja keputusan yang sehat adalah pilihan yang tidak akan pernah kehilangan kita.
Sebab cinta sejati tidak harus mengorbankan identitas, bahkan panggilan sejati tidak harus menghilangkan rasa.
Yang perlu kita kenali adalah bahwa hidup bukan tentang memilih opsi "benar", tetapi tentang pilihan apa yang paling kita yakini.
Keputusan yang diambil pun bukan kesalahan yang harus dihindari, tetapi sebuah kesempatan untuk menguji kesetiaan.
Dan siapa tahu, mungkin dalam perjalanan ke perjalanan, cinta dan Panggilan dapat menemukan poin pertemuan.
Lagipula, dilema cinta dan panggilan bukan tentang memilih satu dan meninggalkan yang lain, tetapi tentang keberanian untuk jujur pada diri sendiri.
Hal yang paling menyakitkan adalah tidak kehilangan orang lain, tetapi kehilangan kita.
Jika Anda sendirian, apakah Anda memilih cinta atau Panggilan? (*)
Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com
Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.