Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribunners
LIVE ●

Tribunners / Citizen Journalism

Babak Baru Anies Vs Jokowi: Berebut PPP?

Elite-elite PPP menawar-nawarkan partai Islam itu ke tokoh-tokoh tertentu untuk memimpinnya.

Tayang:
Diperbarui:
Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Hasanudin Aco
zoom-in Babak Baru Anies Vs Jokowi: Berebut PPP?
WARTA KOTA Nur Ichsan/Biro Pers Sekretariat Presiden
BAKAL CALON KETUM PPP - Anies Baswedan dan Jokowi disebut-sebut akan digaet untuk menjadi bakal calon ketua umum PPP dalam Muktamar PPP waktu dekat ini. /Kolase foto dok. 

Pada Pilpres 2024 lalu, misalnya, PPP sempat mau mendukung Anies yang berpasangan dengan Muhaimin Iskandar namun batal dan mengalihkan dukungannya ke Ganjar Pranowo-Mahfud MD. 

Akan tetapi banyak massa akar rumput atau grass roots PPP yang justru memilih Anies-Imin. 

Dus, jika benar Anies akan merebut kursi PPP-1, maka ia akan berhadapan dengan Jokowi, baik langsung atau pun melalui Amran Sulaiman yang didukung Jokowi

Artinya, akan terjadi babak baru dalam perseteruan antara Anies versus Jokowi

Diketahui, perseteruan di antara keduanya sudah berlangsung cukup lama, walaupun Anies pernah menjadi juru bicara tim pemenangan Jokowi-Jusuf Kalla pada Pilpres 2014.

Jabatan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan kemudian dihadiahkan Jokowi ke Anies. 

Namun, Anies-Jokowi akhirnya pecah kongsi menjelang Pemilihan Kepala Daerah DKI Jakarta 2017.

Rekomendasi Untuk Anda

Pasalnya, Anies maju sebagai calon gubernur yang berhadapan dengan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, cagub yang didukung Jokowi

Selama menjadi Gubernur DKI Jakarta itulah Anies seperti memosisikan diri sebagai antitesis Jokowi.

Banyak kebijakan Anies yang bertentangan atau setidaknya tidak sinkron dengan Jokowi.

Termasuk penebangan pohon-pohon di kawasan Monas yang merupakan "halaman depan" Istana Negara tempat Jokowi berkantor dan tinggal. 

Bagi Jokowi, penebangan pohon di Monas tanpa restu dirinya adalah bentuk pembangkangan.

Anies dianggap "mbalelo" (memberontak). 

Akibatnya, langkah-langkah politik Anies banyak yang dijegal Jokowi.

Bahkan melalui Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Anies coba dikriminalisasi via kasus Formula E. 

Halaman 3/4

Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com


Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas