Penguatan Organisasi Lembaga Falakiyah PBNU
Mengakomodasi hasil rukyat daerah sebagai pilar utama dinamika tentang perbedaan penentuan awal bulan hijriyyah.
Editor:
Hasanudin Aco
Oleh: Asmui Mansur
Sekretaris Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LF-PBNU)
TRIBUNNEWS.COM - Perayaan hari raya Idul Adha baru saja kita rayakan bersama dengan khidmat namun problematika penentuan awal Dzulhijjah masih ramai dibicarakan baik di kantor-kantor keagamaan, cafe maupun di warteg ataupun kampus-kampus yang berbau agama.
Mengakomodasi hasil rukyat daerah sebagai pilar utama dinamika tentang perbedaan penentuan awal bulan hijriyyah di kalangan ahli falak semakin manarik untuk didiskusikan dan sangat menyenangkan untuk dicermati baik dari sisi perkemabangan dan dinamisasi tentang organisasi falakiyyah ke depannya.
Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LF-PBNU) memegang peranan krusial dalam menentukan awal bulan Qamariyah seperti Ramadan, Syawal, dan Dzulhijjah, melalui metode Rukyatul Hilal (observasi hilal) dan Hisab (perhitungan astronomi).
Dalam rangka upaya penguatan organisasi LF-PBNU, sangat penting sekiranya mengakomodasi dan mengintegrasikan hasil rukyat dari berbagai daerah menjadi pilar utama yang tak terpisahkan.
Hal ini tidak hanya memperkaya data validasi tetapi juga memperkuat legitimasi dan kredibilitas keputusan yang diambil sebagai bentuk penguatan dan legitimasi untuk perukyat daerah di bawah naungan LF-PBNU
Peran Strategis Lembaga Falakiyah dalam Ikhbar PBNU
LF-PBNU memiliki mandat yang besar dalam menjaga keilmuan falakiyah di lingkungan Nahdlatul Ulama.
Perannya tidak hanya sebatas menentukan tanggal-tanggal penting dalam kalender Hijriyah tetapi juga sebagai garda terdepan dalam:
- Pendidikan dan Sosialisasi: Mengedukasi masyarakat, khususnya warga NU dan umumnya masyarakat yang berminat dan mengenail ilmu falak, metode rukyat, dan hisab.
- Penelitian dan Pengembangan: Mengembangkan keilmuan falakiyah, termasuk inovasi dalam penggunaan peralatan teknologi canggih untuk pengamatan inderaja, satelite dan lainnya yang masuk dalam metode observasi.
- Standardisasi dengan adanya carut marut perukyah dan tidak adanya standarisasi bagi level perukyah yang akhirnya hasil pengamatannya terkadang dipertanyakan atau membuat syak wasangka yang tidak berkesudahan dan membuat polemik yang berkepanjangan
untuk menghindari carut marut perukyah selama ini dikarenakan tidak mempunyai standar yang baku dalam menetapkan awal bulan. - Untuk itu LF PBNU diharapkan dapat membuat wadah ahli falak yang berjenjang tentu dengan metode dan kitab-kitab fiqh yang mendukung tergelarnya metode standar falalkiyyah yang akan digunakan oleh asosisi ahli falak NU dengan begitu akan dapat meminimalisir " kericuhan ". Perhitungan falak maupun keputusan imkanu rukyah yang diakibatkan oleh potensi hadidul bashor maupun analisa citra ( khusus untuk anilisa citra harus menggunakan standarisasi software analisa yang sama untuk menghindari terjadinya kesalahfahaman dalam menentukan hilal .
- Perbedaan ini sangat mengkhawatirkan jika dilakukan oleh orang yang tidak mempunyai pengalaman yang kuat dalam dunia IT maupun yang belum mempunyai jam terbang yang tinggi yang harus diyakinkan dengan portofolionya tersebut, pada dasarnya LF-PBNU membutuhkan standar dan prosedur rukyatul hilal yang seragam di seluruh Indonesia.
- Koordinasi Nasional: LF- PBNU dapat menjadi pusat koordinasi bagi seluruh Lembaga Falakiyah di tingkat cabang dan wilayah dengan terus berkembangnya teknologi diharapkan para perukyat daerah dapat terkumpul dengan baik dan urun rembug problematika yang terkait dengan dunia falakiyyah baik dikonidisi sekarang maupun tantangan masa depan falakiyyah
Urgensi Mengakomodasi Hasil Rukyat Daerah
Indonesia dengan bentangan geografis yang luas, memiliki kondisi atmosfer dan visibilitas hilal yang bervariasi.
Oleh karena itu, hasil rukyat dari berbagai daerah menjadi sangat vital:
Validasi Data dan BIig Data Semakin banyak titik observasi yang melaporkan hasil rukyat (baik terlihat maupun tidak terlihat), semakin kuat validasi terhadap kriteria yang digunakan.
Baik hisab maupun rukyat maka tugas dari LF PBNU untuk membangun Big Data yang terstruktur sehingga semua data dapat tersimpan dengan baik dan animali data dengan adanya big data team perukyah ataupun LFPBNU dapat menganalisa semua Row Data.
Baik data mentah maupun informasi yang bisa dikelola dalam struktur database, karena data cuaca ataupun fenomena alam yang lainnya akan tersimpan di Big Data dengan baik.
Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com
Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.