Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribunners
LIVE ●

Tribunners / Citizen Journalism

Indonesia Masuk Ranking Aman, Kabur Bukan Pilihan

Dunia menilai Indonesia sebagai satu negara paling aman jika Perang Dunia III pecah. Indonesia dinilai unggul karena sejumlah faktor..

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Adi Suhendi
zoom-in Indonesia Masuk Ranking Aman, Kabur Bukan Pilihan
dok. Kompas
ANALISIS - Pengamat militer Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) Khairul Fahmi menyebut Indonesia sebagai satu negara paling aman jika Perang Dunia ke-3 pecah. 

Oleh: Khairul Fahmi, Analis Pertahanan dan Keamanan, Co-Founder ISESS

TRIBUNNEWS.COM - Dunia menilai Indonesia sebagai satu negara paling aman jika Perang Dunia III pecah.

Dalam daftar terbaru @rankingroyals, Indonesia disejajarkan dengan negara-negara netral dan stabil seperti Swiss, Islandia, Bhutan, dan Selandia Baru.

Kita dinilai unggul karena letak geografis, netralitas politik, tingkat kemandirian, dan stabilitas sosial.

Namun, sebagian masyarakat Indonesia justru menggaungkan tagar #KaburAjaDulu.

Sebuah bentuk ironi sosial yang menohok. Di tengah pengakuan global atas "keamanan" kita, warganya sendiri justru merasa tidak cukup aman. Bukan dari ancaman luar, tapi dari tekanan hidup sehari-hari.

Fenomena ini menunjukkan jarak antara persepsi eksternal dan pengalaman internal.

Baca juga: Timur Tengah Panas Perang Iran Vs AS-Israel, DPR Akan Panggil Menlu Indonesia

Rekomendasi Untuk Anda

Dunia melihat Indonesia sebagai tempat yang aman secara strategis, tapi sebagian rakyatnya merasa terancam oleh ketidakpastian masa depan, stagnasi ekonomi, atau bahkan perasaan tak didengar.

Inilah ironi yang harus kita hadapi, ketika negara dipuji di luar, tapi diragukan di dalam.

Maka pertanyaan pentingnya bukan hanya “apakah kita aman?” tapi juga, apakah kita benar-benar siap menghadapi krisis nyata? 

Bukan hanya dari perang global, tapi juga dari krisis kepercayaan yang tumbuh di rumah sendiri.

Ketahanan yang Sistemik dan Adaptif

Dalam konteks ancaman global yang kian kompleks, aman secara geografis atau diplomatis tidak serta merta berarti siap secara sistemik.

Krisis hari ini tidak selalu hadir dalam bentuk invasi bersenjata.

Ia bisa datang dalam wujud serangan siber, disrupsi rantai pasok, sabotase infrastruktur kritis, fluktuasi energi global, dan bahkan manipulasi informasi publik melalui perang opini digital.

Itulah sebabnya, negara yang benar-benar aman bukan hanya yang jauh dan terlindungi dari garis tembak, tetapi yang siap secara internal, dengan sistem yang tangguh, pemerintahan yang sigap, dan masyarakat yang resilien.

Halaman 1/4

Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com


Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas