Tidak Ada yang Disisihkan dan Dikalahkan di Balik Abolisi dan Amnesti
Tidak ada maksud untuk memenangkan atau mengalahkan pihak tertentu dibalik amnesti dan abolisi tersebut.
Editor:
Muhammad Zulfikar
Ketujuh, Presiden Prabowo sangat paham karakter psikologis rakyat kita yang sangat “patronistik” dalam hubungan “patron-klien”. Kerukunan dan persatuan bangsa kita sangat bergantung pada kerukunan para pemimpinnya, pemimpin bangsa, pemimpin agama, pemimpin suku dan adat. Oleh karena itu, upaya merukunkan dan merekatkan para pemimpin bangsa adalah jalan merukunkan seluruh bangsa dari berbagai perbedaan latar belakang, agama, suku dan golongan.
Kedelapan, sebagaimana ditegaskan oleh Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, tujuan dari pemberian abolisi kepada Tom Lembong dan Amnesti kepada Hasto Kristianto dan sejumlah tersangka makar semata untuk merajut kembali persaudaraan dan persatuan pasca Pilpres. Tidak ada maksud untuk memenangkan atau mengalahkan pihak tertentu dibalik amnesti dan abolisi tersebut.
Kesembilan, dalam menghadapi tatangan geopolitik, pelemahan ekonomi dan upaya keras mewujudkan program strategis pemerintahan Prabowo-Gibran, kita membutuhkan kerukanan dan persatuan. Namun, itu tidak berarti kita mengabaikan perbedaan pandangan politik. Dalam alam demokrasi, perbedaan pandangan itu lumrah, konstitusi UUD 1945 menjamin hal itu. Karena itu kita menyambut positif pandangan politik Ketua Umum PDIP Megawati yang mendukung pemerintah dengan menjadi penyeimbang yang kritis dan konstruktif.
Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com
Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.