Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribunners
LIVE ●

Tribunners / Citizen Journalism

Bandingkan Pendapatan Anggota Dewan Berdasarkan Prinsip Setara

Pakar komunikasi politik Emrus Sihombing: analisis tajam, etika publik, dan peran strategis dalam isu nasional terkini.

Tayang:
Diperbarui:
Baca & Ambil Poin
Editor: Glery Lazuardi
zoom-in Bandingkan Pendapatan Anggota Dewan Berdasarkan Prinsip Setara
Tribunnews/Fersianus Waku
GEDUNG DPR RI - Emrus Sihombing, pakar komunikasi politik Indonesia, saat menyampaikan analisis strategis dalam forum kebijakan publik. 

Emrus Sihombing

Komunikolog Indonesia

Emrus Sihombing adalah akademikus, dosen, pengamat politik, dan pakar komunikasi asal Indonesia yang dikenal luas atas kontribusinya dalam bidang komunikasi politik dan pendidikan tinggi.

Profil Singkat

Lahir: 9 November 1961, Aceh Tenggara

Pendidikan:

S1 Komunikasi – Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Jakarta

Rekomendasi Untuk Anda

S2 Komunikasi – Institut Pertanian Bogor

S3 Ilmu Komunikasi – Universitas Padjadjaran

TRIBUNNEWS.COM - Ada hal menarik muncul di ruang publik, terkait dengan perolehan pendapatan anggota dewan. Perbincanganpun menjadi hangat bahkan memanas, ketika pendapatan atau kesejahteraan anggota dewan kita, dikaitkan dengan pendapatan sekelompok kelas sosial tertentu yang diwakili anggota dewan.

Tentu perbandingan ini tidak setara. Sekalipun tetap tidak setara, pertanyaan kritikal kita, mengapa tidak dibandingkan juga dengan kelompok sosial tertentu yang pendapatannya lebih besar dari perolehan anggota dewan. 

Karena itu, ketika melakukan perbandingan, dari aspek ilmiah, harus yang setara dong. 

Misalnya, bandingkanlah variabel tertentu antara benda padat dengan benda padat atau  bandingkan benda cair dengan benda cair yang lain. Sebagai teladan, membandingkan berat jenis air tawar dengan berat jenis air laut.

Oleh karena itu, pendapatan seorang anggota dewan harus dibandingkan dengan anggota dewan di beberapa negara lain. Atau bandingkan pendapatan anggota dewan kita sebagai pejabat negara dengan pejabat negara di eksekutif atau legislatif. Itulah pembandingan yang setara. 

Jangan bandingkan pendapatan anggota dewan dengan upah minimum pekerja, walapun bisa jadi upah minimun pekerja di suatu negara tertentu lebih besar daripada pendapatan seorang anggota dewan di negara lain. Artinya, perbandingan yang logis harus setara.

Halaman 1/2

Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com


Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas