Altuera: Ketika Perubahan Diri Menjadi Tujuan Pendidikan Tinggi
Di era ketika pendidikan tinggi sering diukur dari indeks prestasi dan gelar akademik, maka diperlukan pendekatan yang lebih mendalam
Editor:
Glery Lazuardi
Samuel P. Kusumocahyo
Doktor di bidang Ilmu Lingkungan & Teknik Kimia dari Shizuoka University, Jepang
Sarjana dan Magister Teknik Kimia dari RWTH Aachen University, Jerman
Rektor Swiss German University (SGU)
TRIBUNNEWS.COM - Di era ketika pendidikan tinggi sering diukur dari indeks prestasi dan gelar akademik, maka diperlukan pendekatan yang lebih mendalam.
Pendidikan sebagai perjalanan perubahan diri.
Orientation Week (OW) 2025 bertema “Altuera”, menegaskan bahwa mahasiswa tidak hanya dibentuk untuk berpikir tajam, tetapi juga untuk merasa, peduli, dan bertindak dengan hati.
Di sinilah pendidikan menemukan maknanya bukan sekadar transfer ilmu, melainkan transformasi karakter.
Transformasi mahasiswa dimulai bukan dari ruang kelas, melainkan dari hati yang siap peduli dan jiwa yang siap memimpin dengan makna.
Ini menjadi pintu masuk resmi bagi mahasiswa baru untuk memulai perjalanan akademiknya.
Namun, lebih dari sekadar pengenalan disiplin, regulasi, dan integritas dalam dunia pendidikan tinggi.
Kata Altuera, yang berasal dari bahasa Latin “altera”, bermakna perubahan, pertumbuhan, dan menjadi lebih baik sebuah filosofi yang menggambarkan perjalanan setiap mahasiswa baru ketika memasuki dunia perkuliahan.
Altuera dan “Rise with Purpose, Lead with Heart” membawa pesan bagi mahasiswa tidak hanya dituntut untuk berkembang secara intelektual, tetapi juga secara emosional dan sosial.
Mahasiswa memahami bahwa kepemimpinan sejati lahir bukan hanya dari kecerdasan, tetapi juga dari hati yang peduli.
Mereka diajak melewati serangkaian kegiatan yang membangun semangat solidaritas, keberanian beradaptasi, hingga kepedulian sosial.
Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com
Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.
Baca tanpa iklan