KTT Darurat Arab-Islam di Doha: Seremoni Tanpa Taring
KTT Arab-Islam di Doha kecam Israel, tapi tak hasilkan aksi nyata. Dunia Arab dinilai masih bergantung pada aliansi rapuh.
Editor:
Glery Lazuardi
Kawasan ini berisiko berubah menjadi laboratorium ambisi geopolitik Israel dan sekutunya, sementara dunia Arab hanya menjadi penonton yang terpecah belah.
Seharusnya, serangan ke Doha dijadikan momentum untuk bersatu menghukum Israel. Sudah waktunya negara-negara Teluk berhenti mengandalkan aliansi rapuh dan mulai menyusun poros perlawanan yang nyata.
Konsolidasi kekuatan, pembangunan kapasitas militer, diplomasi mandiri, serta pengelolaan sumber daya finansial dengan bijak harus menjadi prioritas.
Contoh keberanian itu sebenarnya sudah ada di kawasan. Iran dan Yaman, meski tidak semakmur para emir Teluk, tapi mereka mampu menunjukkan bagaimana seharusnya menghadapi tekanan Amerika maupun Israel.
Membangun aliansi dengan keduanya, layak dipertimbangkan bila dunia Arab benar-benar ingin melepaskan diri dari lingkaran ketergantungan dan penghinaan.
Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com
Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.