Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribunners
LIVE ●

Tribunners / Citizen Journalism

Perjamuan Sulaiman Dalam Piring Makan Bergizi Gratis 

Sebuah kisah penuh hikmah tentang Nabi Sulaiman AS. Sang nabi memohon izin kepada Tuhan untuk menjamu seluruh makhluk di bumi selama satu hari

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Dodi Esvandi
zoom-in Perjamuan Sulaiman Dalam Piring Makan Bergizi Gratis 
/SURYA/PURWANTO
Siswa menunjukan menu saat pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN Lowokwaru 3 Kota Malang, Jawa Timur, Senin (13/1/2025). 

Oleh: Achmad Fadillah 
Pemerhati dan Peneliti Kebijakan Publik

Dalam khazanah agama samawiyah, terpatri sebuah kisah penuh hikmah tentang Nabi Sulaiman AS.

Diberkahi kekayaan dan kekuasaan tak terhingga, sang nabi memohon izin kepada Tuhan untuk menjamu seluruh 
makhluk di bumi selama satu hari. 

Niatnya mulia, lahir dari hati yang penuh syukur atas kehidupan yang berkelimpahan. 

Dengan mengerahkan seluruh sumber dayanya, Sulaiman menyiapkan perjamuan mahabesar.

Hamparan hidangan tergelar di padang luas. 

Namun, saat perjamuan dimulai, seekor ikan raksasa muncul dari lautan. 

Rekomendasi Untuk Anda

Dengan satu lahapan, ia menelan seluruh hidangan, lalu berkata, "Wahai Sulaiman, aku masih lapar. Biasanya, Tuhanku memberiku rezeki tiga kali lipat dari ini setiap hari". 

Seketika, Sulaiman bersujud, mengakui keterbatasan mutlak manusia dihadapan kemahakuasaan Sang Pemberi 
Rezeki. 

Kisah ini bukan sekadar dongeng. Ia adalah cermin relevan bagi kebijakan publik modern berskala raksasa, seperti program "Makan Bergizi Gratis" (MBG) di Indonesia. 

Seperti perjamuan Sulaiman, program ini lahir dari niat mulia: menempa Generasi Emas 2045 dengan mengatasi masalah stunting dan malnutrisi. 

Ambisinya tak main-main, menargetkan 82,9 juta jiwa, hampir sepertiga populasi negeri ini. 

Baca juga: Siswa Diduga Keracunan MBG di Mamuju, Ada Saus Kedaluwarsa Sejak Februari

Dilema Anggaran: Kuantitas vs Kualitas  

Namun, di sinilah gema pertama dari “keterbatasan Sulaiman” mulai terdengar. 

Janji awal yang fantastis dengan anggaran Rp 450 triliun dan biaya per porsi Rp 15.000, harus berhadapan dengan realitas kapasitas fiskal negara. 

Anggaran tahun pertama dipangkas menjadi Rp 71 triliun, dan biaya per porsi ditekan menjadi rata-rata Rp 10.000. 

Halaman 1/4

Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com


Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas