Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribunners
LIVE ●

Blog Tribunners

Inilah Tujuan Donald Trump yang Ingin Jual Rudal Tomahawk ke Ukraina?

Wall Street Journal dan The Telegraph, melaporkan Zelensky secara khusus meminta rudal tersebut saat bertemu Presiden Trump di New York.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Setya Krisna Sumarga
zoom-in Inilah Tujuan Donald Trump yang Ingin Jual Rudal Tomahawk ke Ukraina?
© Raytheon
Rudal jelajah Tomahawk buatan AS. Seiring meningkatnya ketegangan dengan China dan Korea Utara, Jepang mempercepat rencana pembelian ratusan rudal Tomahawak dari AS. 

Putin memperingatkan akan adanya reaksi balik jika ketegangan terus meningkat.

Pernyataan tersebut muncul setelah Kiev melancarkan beberapa serangan menggunakan sistem taktis darat buatan dan roket HIMARS buatan Amerika.

Ukraina juga menembakkan rudal Storm Shadow buatan Inggris, jauh ke dalam wilayah Rusia setelah menerima lampu hijau dari para pendukung baratnya.

Kremlin juga memperingatkan keputusan sembrono negara-negara barat yang memasok rudal jarak jauh ke Ukraina tidak dapat dibiarkan begitu saja.

JD Vance dalam pernyataan lain mendesak Moskow untuk bangun dan menerima kenyataan.

Operasi militer Rusia di Ukraina yang sudah berlangsung tiga tahun lebih menurutnya tidak membawa banyak hasil.

Vance menggemakan pernyataan Presiden Donald Trump, yang baru-baru ini juga mengubah retorikanya tentang perang Ukraina.

Rekomendasi Untuk Anda

Trump mendadak menyatakan, pasukan Kiev dapat mengalahkan Moskow dan merebut kembali wilayahnya yang bergabung ke Federasi Rusia.

Padahal selama berbulan-bulan, Washington bersikeras Kiev perlu melepaskan klaim teritorial tertentu agar kesepakatan damai yang dimediasi Amerika dengan Moskow dapat terus berlanjut.

Namun, minggu ini, Presiden Amerika itu berbalik arah dengan menyebut Rusia sebagai macan kertas dan mendesak Kiev untuk bertindak.

JD Vance mendesak Moskow untuk kembali duduk di meja perundingan dan Amerika akan terus berupaya mewujudkan perdamaian.

Menurut Wapres JD Vance, pasukan Moskow saat ini benar-benar terhenti dan tidak memiliki banyak keuntungan teritorial untuk ditunjukkan.

Vance mengingatkan ekonomi Rusia kini hancur lebur.  Pernyataan ini bertolakbelakang dengan realitas di Rusia.

Kementerian Pertahanan Rusia dalam laporan terbarunya menyatakan, pasukan Moskow telah menguasai 4.700 kilometer persegi dan 205 permukiman di Donbass permukiman untuk tahun ini saja.

Ekonomi Rusia juga telah menunjukkan pertumbuhan yang stabil selama beberapa tahun terakhir meskipun berada di bawah tekanan sanksi barat yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Sesuai Minatmu
Halaman 2/4

Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com


Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas