Indonesia Dilirik Dunia Lewat Kinerja Logistik
Logistik Indonesia tumbuh 13,95%. Dunia melirik pelabuhan nasional sebagai tulang punggung ekspor dan industri.
Editor:
Glery Lazuardi
Transformasi ini menjadikan Indonesia sebagai hub maritim regional yang diperhitungkan dunia dalam perdagangan dan logistik global.
Sektor logistik yang kuat mempercepat distribusi barang ekspor seperti kopi, karet, tekstil, dan produk perikanan.
Data BPS menunjukkan bahwa nilai ekspor Indonesia mencapai US$ 185,13 miliar hingga Agustus 2025, dengan surplus perdagangan sebesar US$ 29,14 miliar. Logistik yang handal memperkuat posisi Indonesia sebagai eksportir utama di Asia Tenggara.
Peningkatan fasilitas pelabuhan dan digitalisasi layanan oleh perusahaan seperti IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) telah mendorong efisiensi operasional. IPC TPK mencatat pertumbuhan kinerja sebesar 13,95 persen hingga September 2025, menandakan bahwa transformasi logistik berdampak langsung pada produktivitas nasional.
Logistik yang efisien mempercepat distribusi bahan baku dan barang modal ke sektor industri. Ini penting karena nilai impor terbesar Indonesia berasal dari bahan baku dan barang modal, menandakan bahwa logistik mendukung ekspansi industri dan manufaktur.
Dengan pertumbuhan e-commerce dan ekonomi digital, permintaan akan layanan logistik cepat dan transparan semakin tinggi. Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi pusat fulfillment dan distribusi regional, terutama dengan dukungan teknologi dan SDM yang terus berkembang.
Jika melihat kinerja hingga September 2025, Pelindo Terminal Petikemas ini berhasil menutup Triwulan III tahun 2025 dengan pertumbuhan operasi mencapai 15,1 persen. Kinerja operasi sebesar 304.358 TEUS, meningkat dibandingkan September 2024 sebesar 264.262 TEUs.
Total kinerja operasi 2.621.101 TEUs, naik 13,95 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 2.300.306 TEUs. Didorong oleh pertumbuhan arus petikemas domestik, yang menjadi pilar penting dalam rantai pasok logistik nasional.
Terjadi peningkatan layanan adhoc dan efisiensi terminal di IPC TPK Tanjung Priok, pertumbuhan volume petikemas dari major shipping line di IPC TPK Pontianak, pengalihan muatan komoditas karet dari Belawan di IPC TPK Palembang.
Dan peningkatan ekspor komoditas rubber, perlite, dan pakan ternak di IPC TPK Teluk Bayur serta meningkatnya komoditi ekpor kopi, karet dan fresh banana, serta import animal feed suplement dan corn gluten meal di IPC TPK Panjang.
Selain itu diperkuat oleh kegiatan ekspor baru. Sejalan dengan tren pertumbuhan perdagangan nasional. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) hingga Agustus 2025, nilai ekspor Indonesia mencapai US$ 185, 13 miliar, tumbuh 7,72% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
Sementara nilai impor tercatat US$ 155,99 miliar, naik 2,05% year-on-year, dengan komposisi terbesar pada bahan baku dan barang modal, menandakan aktivitas industri dalam negeri yang tetap ekspansif.
Dengan capaian tersebut, Indonesia membukukan surplus neraca perdagangan sebesar US$ 29,14 miliar sepanjang Januari-Agustus 2025. Data ini menunjukkan bahwa sektor logistik dan pelabuhan memiliki peran penting dalam menjaga laju distribusi ekspor nasional.
Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com
Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.
Baca tanpa iklan