Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribunners
LIVE ●

Tribunners / Citizen Journalism

Mengurai Biaya dan Laba Aplikator Ojol: Catatan Diskusi Transportasi Online

Biaya jemput ojol cuma Rp 204? Tapi laba aplikator bisa tembus Rp 17,5 M per hari. Ke mana uang keringat driver dibawa?

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Mengurai Biaya dan Laba Aplikator Ojol: Catatan Diskusi Transportasi Online
TRIBUNNEWS/IMANUEL NICOLAS MANAFE
Politisi PDI Perjuangan Adian Napitupulu saat mengikuti wawancara khusus dengan Tribun Network di Studio Newsroom Tribun Network, Jakarta, Kamis (10/8/2023). Adian menjelaskan bagaimana cara kerja Tim Koordinator Relawan Ganjar Pranowo hingga pertemuan politisi PDIP Budiman Sudjatmiko dengan Prabowo Subianto. TRIBUNNEWS/NICO MANAFE 

Oleh: Adian Napitupulu

Anggota Komisi V DPR RI Fraksi PDIP

SENIN, 27 Oktober 2025, saya mengikuti diskusi bersama tiga perusahaan aplikator transportasi online dan tiga asosiasi driver. Diskusi berlangsung sekitar tiga jam dan menghasilkan banyak data menarik. Salah satunya adalah soal biaya tetap atau cost per action (CPA) dalam satu kali perjalanan penumpang.

Dalam pemaparan, disebutkan bahwa biaya CPA per order berkisar antara Rp 186 hingga Rp 204. Angka ini sudah termasuk biaya penggunaan Google Maps. Perhitungan tersebut belum mencakup komponen overhead, pemasaran, dan pemeliharaan, karena tiap perusahaan memiliki struktur biaya yang berbeda.

Awalnya saya ragu dengan angka CPA tersebut. Selama ini, narasi yang berkembang seolah biaya Google Maps sangat tinggi. Namun dalam diskusi, disampaikan bahwa biaya langganan Google Maps untuk 10 juta pengguna per bulan hanya berkisar Rp 17 hingga Rp 50 per perjalanan, tergantung jenis layanan yang digunakan.

Malam harinya, saya mencoba memasukkan komponen overhead, pemasaran, dan pemeliharaan secara umum. Hasilnya cukup mengejutkan. Total biaya operasional per perjalanan diperkirakan hanya sekitar Rp 600.

Lalu bagaimana dengan potensi keuntungan bersih aplikator dari transaksi roda dua per hari?

Rekomendasi Untuk Anda

Dari setiap perjalanan, aplikator mengambil potongan 15 persen + 5%, ditambah biaya jasa aplikasi Rp 2.000, biaya asuransi Rp 1.000, dan biaya hijau sekitar Rp 500. Total tambahan di luar komisi mencapai Rp 3.500 per perjalanan.

Sebagai ilustrasi, jika tarif perjalanan Rp 12.000, maka komisi sebesar Rp 2.400 ditambah Rp 3.500 menghasilkan total pendapatan Rp 5.900 per order. Setelah dikurangi biaya operasional Rp 600, maka estimasi keuntungan bersih aplikator mencapai Rp 5.300 per transaksi.

Jika satu aplikator mencatat 3,3 juta transaksi per hari, maka estimasi keuntungan bersih harian bisa mencapai Rp 17,5 miliar. Dalam setahun, angka ini berpotensi menyentuh Rp 6,4 triliun, hanya dari layanan penumpang. Belum termasuk layanan makanan dan barang.

Dalam diskusi juga disebut bahwa sebagian keuntungan perusahaan dialirkan ke investor luar negeri. Di antaranya ke Jepang melalui SoftBank, ke Amerika melalui Sequoia Capital dan Google Alphabet, serta ke China melalui Alibaba dan Tencent.

Saya percaya negara harus memberi ruang bagi dunia usaha untuk tumbuh dan meraih keuntungan. Namun di sisi lain, negara juga perlu menyusun regulasi yang adil dan transparan. Tujuannya agar pertumbuhan bisnis tidak menciptakan ketimpangan, dan agar para driver online sebagai pelaku utama tetap mendapatkan perlindungan dan keadilan.

Baca juga: Setahun Pemerintahan Prabowo dan Tantangan Kepemimpinan yang Humanistik

Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com


Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas