Dampak Perubahan Iklim, Krisis Kesehatan Global di Depan Mata
Perubahan iklim picu darurat kesehatan global: 540 ribu tewas tiap tahun, RS dunia terancam tutup.
Editor:
Glery Lazuardi
DR. Dr. Fx. Wikan Indrarto, SpA
Nama : DR. Dr. Fx. Wikan Indrarto, SpA
Alamat : Timoho Regency A4, Jl. Kenari (depan kantor walikota) Yogyakarta
Dokter spesialis anak di RS Panti Rapih Yogyakarta,
Dekan FK UAJY, Alumnus S3 UGM,
telepon :
(0274)580081, 081227280161
WA: 081227280161
fax : (0274)563312
Perubahan iklim telah memicu darurat kesehatan global, dengan lebih dari 540.000 orang meninggal akibat panas ekstrem setiap tahun dan 1 dari 12 rumah sakit di seluruh dunia berisiko mengalami penutupan terkait perubahan iklim.
Apa yang mencemaskan?
Data tersebut terdapat pada laporan bersama yang disusun oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Pemerintah Brasil (Presidensi COP30), dan Kementerian Kesehatan Brasil. COP30 (Konferensi Para Pihak ke-30) adalah bagian dari Konvensi Kerangka Kerja PBB tentang Perubahan Iklim (UNFCCC), yang diadakan di Belém, Brasil, pada 10-21 November 2025.
“Krisis iklim adalah krisis kesehatan, bukan di masa depan yang jauh, tetapi di sini dan saat ini,” ujar Dr. Tedros Adhanom Ghebreyesus, Direktur Jenderal WHO.
Laporan tersebut menampilkan bukti tentang dampak perubahan iklim terhadap individu dan sistem kesehatan, serta contoh nyata tentang apa yang dapat dilakukan, dan sedang dilakukan, oleh berbagai negara untuk melindungi kesehatan dan memperkuat sistem kesehatan.
Dengan suhu global yang kini melebihi 1,5°C di atas tingkat pra-industri, dunia telah mengalami dampak kesehatan yang semakin meningkat.
Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com
Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.
Baca tanpa iklan