Ketika Bencana Menguji Kepemimpinan dan Peran Negara
Negara hadir di lapangan, koordinasi cepat dan dukungan psikologis warga jadi kunci pemulihan bencana Sumatera.
Editor:
Glery Lazuardi
Bawono Kumoro
Peneliti Utama Indikator Politik Indonesia
Lahir di Jakarta pada tanggal 1 Desember 1984
Selama tujuh tahun pernah bergiat sebagai kepala departemen politik dan pemerintahan di The Habibie Center.
Riwayat Pendidikan
S1 Ilmu Politik di Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Islam Negeri Jakarta.
S2 Ilmu Komunikasi Politik di Paramadina Graduate School of Communication.
Aktif menulis artikel di media massa dan terlibat dalam sejumlah penelitian
Ketika bencana melanda, bukan hanya infrastruktur yang runtuh, tetapi juga kepemimpinan dan peran negara yang diuji.
Kehadiran di lapangan, koordinasi cepat, serta dorongan psikologis bagi warga terdampak menjadi penentu apakah negara benar-benar hadir di saat krisis atau sekadar memberi janji.
Dalam momentum ini, masyarakat menaruh harapan besar agar pemulihan berjalan lebih cepat, terarah, dan menyentuh kebutuhan riil mereka.
Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke sejumlah titik bencana di Sumatera pada Jumat (12/12/2025) menjadi sinyal kuat kehadiran negara di saat krisis.
Kehadiran di lapangan tidak hanya mempercepat koordinasi penanganan darurat, tetapi juga memberi dorongan psikologis bagi masyarakat terdampak, menumbuhkan optimisme bahwa proses pemulihan akan berjalan lebih cepat, terarah, dan menyentuh kebutuhan riil warga.
Diketahui kunjungan dilakukan ke sejumlah daerah, seperti Aceh Tamiang, Bener Meriah, dan Takengon.
Kunjungan itu dilakukan segera setelah Presiden kembali dari lawatan diplomatik ke Pakistan dan Rusia.
Kehadiran langsung Presiden di lapangan menunjukkan konsistensi kepemimpinan dan penegasan bahwa agenda kemanusiaan ditempatkan sebagai prioritas utama pemerintah.
Kita melihat pola yang konsisten: Presiden tidak hanya mengeluarkan instruksi, tetapi hadir langsung untuk memastikan percepatan di lapangan.
Untuk seorang pemimpin yang berusia hampir 75 tahun, tingkat mobilitas dan dedikasi beliau dalam memprioritaskan keselamatan rakyat dapat dikatakan sangat luar biasa.
Kehadiran fisik seperti ini tentu membangkitkan optimisme serta harapan baru bagi warga terdampak.
Selama kunjungannya, Presiden Prabowo meninjau posko pengungsian, berdialog dengan warga, serta mengarahkan percepatan distribusi logistik, alat berat, dan layanan kesehatan.
Pemerintah juga mengoordinasikan pembukaan kembali akses jalan yang terputus serta peningkatan mobilisasi bantuan udara untuk menjangkau wilayah yang sulit dijangkau.
Rangkaian mobilitas tersebut memperlihatkan kemampuan Presiden menjaga keseimbangan antara agenda internasional dan tanggung jawab domestik.
Rangkaian perjalanan Presiden dalam sepekan terakhir menunjukkan bahwa diplomasi global dan respons bencana bukan hal yang saling meniadakan.
Presiden memastikan Indonesia tetap aktif di tingkat internasional tanpa mengurangi fokus pada kebutuhan rakyat di lapangan.
Ini yang kemudian membuat masyarakat merasa negara hadir sepenuhnya dan memberi harapan terhadap percepatan pemulihan.
Di berbagai titik peninjauan, warga menyampaikan apresiasi atas mulai lancarnya penyaluran bantuan, termasuk logistik pangan, layanan kesehatan, serta dukungan evakuasi.
Pemerintah memastikan bahwa penanganan darurat, rehabilitasi, dan pemulihan jangka menengah di Aceh dan sejumlah wilayah lain di Sumatra akan terus diperkuat.
Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com
Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.
Baca tanpa iklan
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.