Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribunners
LIVE ●

Tribunners / Citizen Journalism

JR Connexion: Solusi Bus Premium Mengurai Kepadatan Komuter Jabodetabek

Bertambahnya jumlah penduduk dan kepemilikan kendaraan menyebabkan tingginya tingkat kepadatan lalu lintas di Jabodetabek.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in JR Connexion: Solusi Bus Premium Mengurai Kepadatan Komuter Jabodetabek
HO/IST
ALTERNATIF - JR Connexion berperan sebagai jembatan premium yang menghubungkan kualitas hidup di perumahan penyangga dengan efisiensi kerja di pusat kota, sekaligus mendukung tujuan pemerintah dalam mengurangi kemacetan. 

Berdasarkan klasifikasi harga rata-rata di atas Rp 2 miliar (BP Tapera, 2023), wilayah Jabodetabek memiliki total 158 kompleks perumahan premium.

Sebagian besar permukiman ini, yakni 127 perumahan, berada di kawasan Bodetabek (Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi).

Pembagian perumahan tersebut di seluruh wilayah Jabodetabek adalah sebagai berikut:

  • Kabupaten Tangerang (45)
  • Kabupaten Bekasi (23)
  • Kabupaten Bogor (5)
  • Kota Tangerang Selatan (32)
  • Kota Tangerang (10),
  • Kota Bekasi (8),
  • Kota Bogor (3),
  • Kota Depok (1).

Sementara di Jakarta Utara (12), Jakarta Timur (12), Jakarta Barat (6), Jakarta Selatan (1).

Saat itu, BPTJ (2024) telah menetapkan target pengembangan JR Connexion secara bertahap, yaitu 40 perumahan pada tahun 2024 (106 bus), 40 perumahan pada tahun 2025 (86 bus), dan 37 perumahan pada tahun 2026 (46 bus).

Namun, realisasi tahun 2024 menunjukkan adanya kesenjangan, baru 19 perumahan yang terealisasi, sehingga masih tersisa 21 perumahan dari target tahunan tersebut.

Selain itu, perlu dicatat bahwa tidak ada penambahan rute JR Connexion yang direncanakan pada tahun 2025. Perlu diketahui BPTJ telah dibubarkan dan pengelolaan selanjutnya berada di Direktorat Jenderal Perhubungan Darat.

Rekomendasi Untuk Anda

Manfaat adanya JR Connexion adalah

  • (a) rute point-to-point dari dalam perumahan langsung ke CBD meminimalkan kebutuhan transit dan mengurangi biaya tambahan ( first-mile dan last-mile ),
  • (b) dapat menghindari stres mengemudi di tengah kemacetan Jabodetabek atau kepadatan KRL, sehingga mereka tiba di tempat kerja dalam kondisi yang lebih segar,
  • (c) menghubungkan langsung permukiman ke pusat bisnis Jakarta tanpa harus berganti moda transportasi berkali-kali,
  • (d) mendorong warga kelas menengah atas (target utama) untuk beralih dari mobil pribadi ke angkutan umum, yang secara signifikan mengurangi volume kendaraan di jalan raya, terutama pada jam sibuk,
  • (e) pengurangan jumlah mobil pribadi berkontribusi langsung pada penurunan emisi gas buang dan peningkatan kualitas udara di Jabodetabek,
  • (f) membantu menyeimbangkan beban penggunaan moda transportasi, mengurangi tekanan pada KRL yang seringkali overcrowded,
  • (g) perumahan yang dilayani JR Connexion memiliki nilai jual dan daya tarik yang lebih tinggi, karena menawarkan solusi mobilitas praktis bagi penghuninya.

Peluang besar JR Connexion dalam mengurangi kemacetan perlu didorong melalui penyelesaian target rute baru sesegera mungkin.

Kehadirannya sangat diminati warga perumahan karena jauh lebih praktis dan ekonomis.

Ke depannya, diharapkan JR Connexion tidak hanya melayani jam berangkat kerja, tapi juga menyediakan jadwal di luar jam sibuk. Dengan begitu, warga yang ingin beraktivitas di Jakarta tanpa harus terburu-buru di pagi hari pun dapat terlayani dengan baik.

 

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/2

Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com


Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas