Satgas PKH dan Momentum Kepercayaan Publik di Era Digital
Satgas PKH serahkan Rp 6,6 triliun, viral 54 juta kali di Tiktok, banjir dukungan publik digital.
Editor:
Glery Lazuardi
Dudy Rudianto
Pendiri firma analitik Big Data Evello
Information Technology Programmer
Big Data Evello menganalisa konten di media sosial terkait Satgas PKH dan penyerahan uang ke negara Rp 6,6 T
Momentum kepercayaan publik di era digital terbangun ketika Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) menyerahkan Rp 6,6 triliun ke negara, memicu gelombang dukungan, sebaran ratusan ribu video, dan percakapan positif yang menguatkan legitimasi kepemimpinan.
Satgas PKH melakukan penyerahan hasil penguasaan kembali kawasan hutan tahap V dengan total luas mencapai 893.002,38 Hektare (Ha) dan uang hasil penagihan denda administratf kehutanan senilai Rp 2.344.965.750.000 di Gedung Bundar Kejaksaan Agung, Jakarta, Rabu 24 Desember 2025.
Penyerahan uang negara dan penguasaan kembali hutan tidak hanya dilakukan secara formal, tetapi juga terdokumentasi dan tersebar luas di platform digital.
Publik bisa menyaksikan langsung, sehingga legitimasi terasa nyata.
Momentum ini lahir karena aksi nyata negara bertemu dengan amplifikasi digital.
Transparansi, partisipasi, dan viralitas menciptakan legitimasi baru: kepercayaan publik yang dibangun bukan hanya lewat institusi formal, tetapi juga melalui interaksi masif di ruang digital.
Percakapan publik juga mengaitkan uang yang disita dengan bencana ekologis, menuntut agar dana digunakan untuk korban.
Artinya, digital menjadi ruang artikulasi aspirasi dan kontrol sosial.
Jika melihat aktivitas di media sosial, Presiden Prabowo Subianto dan Satgas PKH banjir dukungan warga Tiktok Indonesia setelah mengembalikan uang negara sebesar 6,6 triliun.
Hal ini terungkap setelah Evello melakukan analitik di platform Tiktok sejak 24 hingga 25 Desember.
Penyerahan uang 6,6 triliun oleh satgas PKH ke negara ditonton warga Tiktok hingga 54 juta kali.
Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com
Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.