Kepercayaan Dunia, Etika Kesehatan, dan Kerja Senyap BPOM
BPOM RI ditetapkan WHO Listed Authority, bukti kepercayaan global atas sistem kesehatan Indonesia.
Editor:
Glery Lazuardi
BPOM menunjukkan bahwa institusi negara dapat bekerja secara profesional ketika diberi ruang untuk tumbuh, dijaga independensinya, dan dipimpin dengan keteladanan.
Makna bagi Indonesia
Di tengah dunia yang rapuh oleh disinformasi dan krisis kepercayaan, pengakuan WLA membawa mandat baru bagi Indonesia: menjaga standar global tanpa kehilangan dimensi kemanusiaan.
Regulasi bukan semata soal kepatuhan administratif, melainkan soal perlindungan terhadap yang paling rentan.
Amartya Sen, dalam teori capability approach, menekankan bahwa kesehatan adalah fondasi kemampuan manusia untuk hidup bermartabat.
Dalam kerangka ini, kerja regulator bukan pekerjaan teknis semata, melainkan bagian dari upaya memperluas ruang hidup manusia agar lebih aman dan berdaya.
Begitulah. Kepercayaan dunia tidak dibangun melalui pernyataan besar atau euforia sesaat. Ia tumbuh dari kerja kecil yang konsisten, disiplin yang dijaga, dan kepemimpinan yang memahami bahwa keberhasilan sejati adalah ketika sistem tetap bekerja—bahkan tanpa sorotan.
Penetapan BPOM sebagai WHO Listed Authority menandai babak baru posisi Indonesia dalam tata kelola kesehatan global. Bukan hanya sebagai negara besar, tetapi sebagai negara yang dipercaya.
Dan dalam dunia kesehatan, kepercayaan itulah bentuk kemanusiaan tertinggi.
Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com
Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.
Baca tanpa iklan