Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribunners
LIVE ●

Tribunners / Citizen Journalism

Kaleidoskop 2025: Tidak Seindah Aslinya

Berikut ini opini Xavier Quentin Pranata. Kolumnis dan penulis buku yang menuliskan karya berjudul: Kaleidoskop 2025: Tidak Seindah Aslinya'

Tayang:
Diperbarui:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Kaleidoskop 2025: Tidak Seindah Aslinya
Dok
XAVIER QUENTIN - Xavier Quentin Pranata adalah kolumnis dan penulis buku. (Dok pribadi untuk Tribunnews.com) 

Oleh Xavier Quentin Pranata, kolumnis dan penulis buku. Lahir di Blitar, Jawa Timur, pada 4 Juli 1960, dan telah menulis lebih dari 60 buku. Pendidikan terakhir S3 di Sekolah Tinggi Teologi Injili Indonesia, Yogyakarta.

TRIBUNNEW.COM - Sekadar tambahan informasi bagi yang belum tahu, secara harafiah, “Kaleidoskop adalah mainan berbentuk tabung yang berisi kepingan kaca atau plastik berwarna longgar dan dua atau lebih cermin pada sudut tertentu. Saat tabung diputar, cermin memantulkan kepingan berwarna tersebut untuk menciptakan pola simetris yang indah dan selalu berubah.”

Anak-anak, termasuk saya dulu, senang sekali mengintip ke dalamnya. Warnanya yang indah dan pola simetri memukau selalu memanjakan mata anak-anak termasuk orang dewasa yang kadang gentian memainkannya bersama si kecil. Kalau punya satu, bisa jadi rebutan antar teman maupun saudara kandung (sibling rivalry).

Namun, arti lain dari kaleidoskop inilah yang populer di akhir tahun justru arti figuratifnya. Sebagai kiasan istilah ini digunakan untuk menggambarkan kumpulan peristiwa atau pemandangan yang beragam, berubah-ubah, dan disajikan secara singkat, sering kali dalam bentuk rangkuman akhir tahun (misalnya, “Kaleidoskop Berita 2025”).

Apa yang kita rasakan selama 2025? Ngeri-ngeri sedap? Bau tak sedap dari berita perselingkuhan dan perceraian artis maupun selebiritis, bau lumpur akibat banjir galodo yang memporakporandakan sebagian Sumatera dan Aceh, atau bau mesiu dan hulu ledak nuklir yang bikin kita kuatir?

Vespa kuning dan lampu kuning

Berita ‘receh’ seperti Vespa kuning Aura Kasih dan Lisa Mariana menghasilkan clickbait yang lumayan. Demikian juga dengan berita Inara Ruslie yang seakan sinetron bersambung dengan plot twist yang bikin netizen bungah atau gerah? Bagaimana dengan berita Agnes Jennifer yang renyah atau bikin resah bagi yang sedang disorot? “Siram saja dengan Gayung Love Pink,” begitu sergap netizen Indonesia yang terkenal gercep menanggapi berita miring semacam ini.

Bagi ortu yang punya ABG, berita semacam ini tentu membuat mereka deg-degan juga. Mengapa? Siapa bisa menduga anak yang alim di rumah seperti ternyata liar di luar? Apakah mereka terpengaruh oleh pejabat yang alim di publik ternyata maling di bilik? Bukankah ini sudah merupakan lampu kuning bahkan red flag bagi ortu? Bagaimana pasangan hidup mereka nanti? Lebih banyak ngerinya atau sedapnya?

Baca juga: One Word, One Peace, One Hope: Indonesia Emas

Senjata nuklir dan pola pikir

Rekomendasi Untuk Anda

“Anak-anak negara mana saja yang berperang di tahun 2025 ini?” Jika mereka cukup update dengan berita dan tidak addicted dengan gadget, mereka paling tidak bisa menyebutkan satu saja.

Perang Rusia-Ukraina entah kapan selesai, meskipun Donald Trump berkali-kali bertemu dengan Vladimir Putin maupun Volodymyr Oleksandrovych Zelenskyy. Perang Israel-Iran pun jika dibiarkan bisa meletus menjadi  perang Kawasan yang gampang saja menciptakan perang dunia. Api dalam sekam hubungan India-Pakistan gampang sekali membesar saat tertiup angin sentiment dan false assumption dari masing-masing pihak.

Bukankan kesalahpahaman kecil jika dibiarkan bisa menciptakan perang besar? Bagaimana dengan Korsel dan Korut? Setiap kali Korut uji coba nuklir, bukankah Korsel ikut ketar-ketir? Demikian juga dengan ucapan sumbang PM Jepang tentang Taiwan, bisa membuat Xi Jinping meradang dan balas mengeluarkan ancaman?

Bahayanya bukan seberapa banyak hulu nuklir yang dimiliki setiap negara yang berkonflik, tetapi seberapa sabar jari para puncang pimpinan pengambil keputusan untuk tidak menekan tombolnya? Bukankah sekali tekan sebuah kota dan wilayah bisa tiba-tiba terhapus dari peta dunia?

Galado atau Virus yang pandai bersalto

Dengan makin maraknya illegal logging dan makin cerdasnya maling kayu illegal trading (baca = wani bayar piro) dan mirisnya mitigasi bencana membuat kita tidak aman di mana pun kita berada. Bukankah sesar aktif begitu destruktif selama kita belum bisa melakukan operasi Caesar penanggulangannya.

Bencana susulan yang paling dahsyat bukan hanya banjir bandang lagi, melainkan banjir virus berbahaya yang pandai bermutasi yang gerakan akrobatiknya menyullitkan ilmuwan untuk menemukan vaksinnya. Vaksin baru belum diujicobakan sampai tuntas, varian virus lainnya yang latent dan lethal. Flu yang menimpa seorang salesman tiba-tiba saja bisa jadi pandemi yang mematikan.

Bocah kota yang bersih nuraninya

Di tengah kebingungan mencari kompas yang entah ngumpet di mana, saya justru mendapatkan enlightenment dari seorang bocah kota yang diajak papanya ke desa. Saat melewati sebuah perkebunan semangka, mereka mengalami kehausan akut. Alih-alih mengunjungi toserba yang tersebar di berbagai wilayah, sang ayah menghentikan mobilnya di tepi kebun.

“Nak, Ayah akan turun ke ladang dan mengambil sebutir semangka,” ujarnya. “Tolong you awasi muka, belakang, kiri dan kanan Papa ya?” tambahnya.

Sang bocah yang relatif nir polusi asap beracun orang dewasa itu berpikir sejenak dan kemudian balas bertanya, “Mengapa Ayah tidak memintaku melihat ke atas?”

Seketika sang ayah menghentikan niat jahatnya. Bukankah saat kita mengalami jalan buntu, tidak tahu harus ke mana dan melakukan apa, bukankah ada Sang Khalik yang kebijaksanaan-Nya melebihi kita semua?

Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com


Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas