Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribunners
LIVE ●

Tribunners / Citizen Journalism

Heritage C Willem Menautkan Menteri Mukhtarudin dan Sejarah Kopasgat

Sejarah Kopasgat lahir di Pangkalan Bun, kini putra daerah Mukhtarudin jadi menteri pertama asal Kalimantan Tengah.

Tayang:
Diperbarui:
Baca & Ambil Poin
Editor: Glery Lazuardi
zoom-in Heritage C Willem Menautkan Menteri Mukhtarudin dan Sejarah Kopasgat
HO/IST
KOPASGAT - Sejarah mengalir di Pangkalan Bun: jejak lahir Kopasgat TNI AU, kini disapa putra daerah yang jadi menteri pertama Kalteng. 

profile tribunners
PROFIL PENULIS
Egy Massadiah
Penulis adalah jurnalis senior dan pegiat teater

Catatan Egy Massadiah

KALIMAT bijak mengatakan, “sejarah akan mengalir menemukan jalan (kebenarannya) sendiri”. Jejak sejarah lahirnya pasukan elite Komando Pasukan Gerak Cepat (Kopasgat) TNI-AU (dulu AURI – Angkatan Udara Republik Indonesia), ternyata ada di Pangkalan Bun, ibu kota Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah.

Itu satu cerita.

Rangkaian cerita lainnya adalah, ditunjuknya Mukhtarudin oleh Presiden Prabowo Subianto duduk di Kabinet Indonesia Maju, sebagai Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia.

Mukhtarudin lahir di Pangkalan Bun, 6 September 1964. Tepatnya di sungai Arut Kelurahan Mendawai. Artinya, masa kecil Mukhtarudin banyak dihabiskan di bantaran sungai, Kecamatan Arut Selatan. Wilayah ini bertetangga dengan kawasan Masjid Agung Riyadhus Shalihin, tak jauh dari Bundaran Pancasila.

“Saya ini orang kampung, saat lahir, kala itu, di rumah kami belum ada kasur. Jadi, lahirnya beralaskan tikar,” kenang Mukhtarudin sang “anak sungai”.

Rekomendasi Untuk Anda

Untuk diketahui, Mukhtarudin adalah menteri pertama yang berasal dari Provinsi Kalimantan Tengah, sejak Indonesia merdeka tahun 1945. Ia dilantik di Istana Kepresidenan, Senin 8 September 2025 jam 15.00 sore.

Syahdan, ia “mudik” ke Pangkalan Bun, memanfaatkan libur Sabtu-Minggu, 15 – 16 November 2025. Salah satu agenda yang sudah lama diangankan adalah menapak tilas sejarah besar AURI di kota kelahirannya. Tentu saja, juga, sungkem dan memeluk ibu kandung yang melahirkannya di kampung halaman.

Gayung bersambut. Ditemani Komandan Pangkalan Udara (Danlanud) Iskandar, Letkol Pnb Nugroho Tri Widyanto, ia pun mengunjungi Museum C. Willem, sebagai titik pijak napak tilas sejarah pada hari Minggu, 16 November 2025.

Heritage dan Dakota

Tak Pelak, Pangkalan Bun adalah pangkal sejarah penting lahirnya Kopasgat TNI Angkatan Udara. Tiga-belas pejuang asal Kalimantan melakukan penerjunan perdana menandai cikal bakal lahirnya pasukan elite TNI AU, sekaligus tonggak sejarah operasi militer udara pertama Republik Indonesia.

Peristiwa itu terukir tanggal 17 Oktober 1947, dan sampai sekarang diperingati sebagai Hari Lahir Kopasgat. Sebuah korps pasukan khusus TNI AU yang memiliki kemampuan tempur di tiga matra (udara, laut, darat) dan terkenal dengan baret jingga-nya. Status organisasinya telah ditingkatkan menjadi komando mandiri setingkat bintang tiga pada tahun 2025. Saat ini Korps Pasukan Gerak Cepat (Pangkorpasgat) dipimpin Deny Muis dengan pangkat Marsekal Madya TNI.

Kembali ke Pangkalan Bun. Di sini –setidaknya— terdapat dua monumen bersejarah dan menjadi landmark kota. Yang pertama adalah Pesawat Dakota RI-002 yang digunakan dalam penerjunan heroik dan bersejarah 17 Oktober 1947.

Kedua, (museum) “Heritage C. Willem, Roemah Sedjarah Lanoed Iskandar”. Bangunan sekaligus saksi bisu heroisme para penerjun AURI. Sebagian kisah, terdokumentasi dengan baik di sini.

Nah, kembali ke situs pertama. Tugu yang menopang badan pesawat Dakota RI-002 itu dinamakan Monumen Palagan Sambi. Lokasinya di jantung kota Pangkalan Bun, tak jauh dari Bundaran Pancasila. Monumen ini merupakan incaran para wisatawan yang berkunjung ke Pangkalan Bun.

Meski sekilas terpajang utuh sebagai badan pesawat Dakota C-47 atau sering disebut Douglas DC-3, tetapi yang “asli” badan pesawat RI-002 hanya sepertiga bagian belakang pesawat. Sebab, pesawat yang dipiloti Bobby Earl Freeberg, seorang mantan pilot Angkatan Laut Amerika Serikat (US Navy) asal Parsons, Kansas, hilang dan jatuh di Tanjung Karang 29 September 1948.

Sesuai Minatmu
Halaman 1/3

Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com


Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas