Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribunners
LIVE ●

Tribunners / Citizen Journalism

BoP: Presiden Prabowo, Macan Asia di Mata Donald Trump

​Podium Board of Peace (BoP) di Washington D.C. menjadi saksi sejarah diplomasi Indonesia dimata dunia.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Glery Lazuardi

"Bukti bahwa "Macan Asia" sedang menata perdamaian dunia." 

​Kedaulatan Ekonomi

​Diplomasi "tangguh" Prabowo juga tercermin dalam Kesepakatan Dagang (ART) antara Indonesia - Amerika Serikat.

Prinsip ekonomi nasional dipertahankan dengan gigih.

​Pertama, langkah perlindungan terhadap posisi pekerja Indonesia menjadi point penting yang diperjuangkan Presiden Prabowo.

Kesepakatan ini mengunci perlindungan bagi 10 komoditas top ekspor utama dan menghidupi jutaan rakyat Indonesia

Mulai dari 2,7 juta buruh pakaian jadi, 2 juta nelayan, hingga ratusan ribu pekerja di sektor alas kaki, furnitur, dan karet. Kategori produk padat karya dan sangat di butuhkan pasar Amerika.

Presiden Prabowo memastikan bahwa kesepakatan internasional harus berujung pada nasib rakyat.

Rekomendasi Untuk Anda

​Kedua, menjaga kedaulatan ekonomi, menolak tunduk pada tekanan luar. Pembelian tambahan produk AS, seperti BBM, LPG, dan bahan pangan, disesuaikan hanya untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri yang belum bisa diproduksi sendiri. 

Ini menegaskan jika Indonesia mitra setara, bukan pasar bagi produk mereka.

Kesepakatan dicapai dengan tetap menjaga kemampuan Indonesia menentukan sendiri kebijakan ekonomi dan politik luar negeri. 

Artinya, setiap pembelian tambahan produk AS disesuaikan dengan kebutuhan dalam negeri Indonesia.

​Ketiga, terciptanya daya saing di pasar Amerika. Melalui ART, produk ekspor Indonesia seperti pakaian, alas kaki, mesin, dan elektronika kini jauh lebih kompetitif dibandingkan kompetitor berat seperti Vietnam, Bangladesh, Tiongkok, bahkan India. Tarif 19 persen untuk Indonesia jauh di bawah tarif yang dikenakan AS pada negara-negara tersebut antara 30% hingga 50%.

Bahkan komoditas rakyat seperti kopi, coklat, rempah-rempah, dan karet alam kini menikmati tarif 0%.

Pasca penandatanganan ART, Indonesia berpeluang mendapatkan pengecualian tarif untuk 1.695 komoditas ekspor termasuk kelapa sawit. 

Selain itu, AS juga akan memberikan pengecualian tarif khusus untuk produk industri tekstil Indonesia dengan mekanisme Tariff-Rate Quota (TRQ).

Halaman 2/3

Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com


Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas