Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribunners
LIVE ●

Tribunners / Citizen Journalism

Berkah Ramadan dari Vatikan untuk Bahasa Indonesia

Bahasa Indonesia resmi menjadi bahasa ke-57 yang dipakai oleh portal berita Vatikan (Vatican News)

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Dodi Esvandi
zoom-in Berkah Ramadan dari Vatikan untuk Bahasa Indonesia
Dok. pribadi
Algooth Putranto, Director of Community Evident Institute 

Ketiadaan kejelasan ini menggelayuti tim PWKI yang dijadwalkan berangkat pada November 2025.

Di saat bersamaan kami mendapatkan amanah untuk mewujudkan buku dwi bahasa tentang 75 tahun hubungan diplomasi Indonesia-Vatikan, lagi-lagi tak mudah karena harus berjibaku dengan lika-liku birokrasi antar dua negara. Tak mudah.

Entah nasib atau kebetulan, keberangkatan saya sebagai salah satu editor buku tersebut ke Vatikan terhalang karena kegagalan mendapatkan visa Schengen. 

Terpaksalah, tim PWKI di akhir November 2025 sekadar rombongan umroh. Saya pun bisa lebih fokus pada finalisasi buku yang sepenuhnya tidak menggunakan uang APBN.

Memasuki tahun 2026, keinginan mewujudkan Bahasa Indonesia semakin menguat seiring pidato Presiden Prabowo tentang kebijakan ‘Good Neighbour Policy’ dalam Business Summit di Kamar Dagang Amerika Serikat di Washington pada 18 Februari 2026.

Beruntungnya kami, para wartawan dalam rombongan 2026 mendapatkan dukungan khusus dari Raja Sapta Oktohari, Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI) untuk mendapatkan visa Schengen.

Uniknya, rekomendasi visa justru diberikan oleh Dubes kita di Prancis, Mohamad Oemar dan Atase Pertahanan (Athan) RI untuk Prancis, Marsekal Pertama (Marsma) TNI Hendra Gunawan dengan bantuan lobi sahabat di Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI. 

Rekomendasi Untuk Anda

Pihak KWI yang paling berkepentingan juga memberikan kabar perihal finalisasi naskah kerjasama. Berkali komunikasi daring dan luring terjadi antara PWKI dan KWI mematangkan rencana keberangkatan ke Roma. 

Komunikasi luring tak hanya terjadi di Jakarta, namun di Surabaya karena Uskup Keuskupan Surabaya, Mgr. Agustinus Tri Budi Utomo sehari-harinya tidak berada di Ibu Kota.

Namun, mendadak konflik meletup di Teluk Persia. Rudal balistik dan drone beterbangan. Ruang udara di wilayah Teluk ditutup. Penerbangan kami yang direncanakan dilakukan pada 20 Februari, tepat di malam Ramadan menjadi tidak pasti.

Entah saat nekad bertemu tekad, ruang udara Dubai dibuka. Rombongan PWKI sukses mencapai Roma dan MoU berhasil diwujudkan. Rombongan bahkan bertemu Paus Leo XIV secara langsung. 

Namun setelah kebahagiaan penuh syukur ini, pertanyaan besar muncul: bagaimana mewujudkan kesepakatan itu secara konsisten? Akan menjadi preseden buruk jika Bahasa Indonesia tak konsisten hadir di portal berita Vatikan

Ini yang harus dijawab umat, Gereja dan Pemerintah Indonesia!     

///////////////

Penulis: Algooth Putranto
Director of Community Evident Institute

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/2

Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com


Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas