APL dan Tantangan Akses Kesehatan di Indonesia
Distribusi obat ke daerah terpencil jadi tantangan. APL dorong akses kesehatan merata lewat logistik cepat dan inovasi layanan.
Editor:
Glery Lazuardi

INDONESIA adalah negara dengan geografi yang kompleks. Kondisi wilayah menghadirkan tantangan besar dalam distribusi obat hingga ke daerah terpencil.
Dari Ternate hingga Ambon, upaya mempercepat akses kesehatan bagi masyarakat dilakukan melalui pengiriman obat, pelatihan tenaga medis, serta penerapan standar internasional dalam logistik dan penyimpanan.
Kami berkomitmen membuat layanan kesehatan lebih mudah diakses. Sejak 2014, Indonesia telah mencatat kemajuan besar dalam sistem kesehatan nasional.
Jika pada tahun itu BPJS belum ada, maka pada 2020 cakupan sudah mencapai 90 persen, dan kini sekitar 98% penduduk terlindungi—sebuah pencapaian yang bahkan belum dicapai oleh banyak negara maju.
Namun, tantangan distribusi tetap ada. Perjalanan obat ke daerah terpencil bisa memakan waktu hingga 7 hari.
Karena itu, kami terus mencari cara agar distribusi lebih cepat, termasuk ke wilayah seperti Aceh dan Ambon.
Infrastruktur di Pulau Jawa yang semakin baik memungkinkan konsolidasi gudang, efisiensi distribusi, dan ketersediaan stok yang lebih terjamin. Saat ini, Indonesia bahkan memiliki kecepatan distribusi tertinggi di kawasan Asia Pasifik dalam grup kami.
Selain distribusi, kami juga berinvestasi pada sistem cold chain room yang lebih aman dibanding chiller konvensional.
Saat pandemi COVID-19, sistem ini memungkinkan kami membantu distribusi obat ke daerah-daerah sulit dijangkau.
Kami juga fokus pada pengembangan sumber daya manusia. Indonesia masih kekurangan tenaga medis, sehingga kami berkontribusi dalam pelatihan dokter dan tenaga kesehatan, bekerja sama dengan universitas dan asosiasi profesi.
Kami membawa inovasi berupa obat dan metode perawatan baru, dengan dukungan BPOM yang kini mempercepat proses persetujuan hingga hanya sekitar 3 bulan.
Hal ini penting agar masyarakat tidak perlu mencari perawatan ke luar negeri.
Di luar aspek medis, kami berkomitmen pada keberlanjutan. Kami mengurangi emisi karbon dengan panel surya dan kendaraan listrik, serta menghapus penggunaan plastik sekali pakai di lingkungan perusahaan.
Kami percaya masalah plastik adalah tanggung jawab bersama karena dampaknya besar terhadap lingkungan dan kesehatan manusia.
Kami juga aktif dalam program kesehatan masyarakat, termasuk vaksinasi.
Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com
Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.
Baca tanpa iklan