Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribunners
LIVE ●

Tribunners / Citizen Journalism

Daycare Bukan Tempat Kekerasan, Anak Butuh Rasa Aman dan Nyaman

Komunitas Psikologi Indonesia imbau evaluasi daycare Yogyakarta, tekankan perlindungan anak dari kekerasan fisik dan verbal.

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Glery Lazuardi
profile tribunners
PROFIL PENULIS
Nanang Kristanto
Founder dan Ketum Komunitas Psikologi Indonesia

Tulisan ini dibuat untuk menyoroti kasus kekerasan terhadap anak yang terjadi di salah satu daycare di Daerah Istimewa Yogyakarta

KAMI menyampaikan keprihatinan mendalam atas dugaan kasus kekerasan yang terjadi di salah satu daycare di wilayah Yogyakarta

Peristiwa ini menjadi perhatian serius karena menyangkut keselamatan, kesehatan mental, dan tumbuh kembang anak usia dini.

Kami menegaskan bahwa lingkungan daycare seharusnya menjadi ruang yang aman, nyaman, dan mendukung perkembangan emosional serta sosial anak. 

Segala bentuk kekerasan, baik fisik maupun verbal, dapat memberikan dampak jangka panjang terhadap kondisi psikologis anak, termasuk munculnya rasa takut, trauma, hingga gangguan kepercayaan terhadap lingkungan sekitar.

Sehubungan dengan hal tersebut, Komunitas Psikologi Indonesia mengimbau:

  • Pihak Pengelola Daycare untuk meningkatkan standar pengawasan, pelatihan pengasuh, serta menerapkan sistem seleksi dan evaluasi tenaga kerja yang ketat berbasis kompetensi dan kesehatan mental.
  • Orang tua untuk lebih selektif dalam memilih daycare, aktif memantau kondisi anak, serta membuka komunikasi yang hangat agar anak merasa aman untuk bercerita.
  • Pemerintah dan instansi terkait untuk melakukan investigasi secara menyeluruh, memastikan penegakan hukum berjalan tegas, serta memperketat regulasi dan pengawasan terhadap lembaga penitipan anak.

Kami juga siap berkontribusi melalui layanan edukasi parenting, pelatihan bagi pengasuh, serta pendampingan psikologis bagi anak dan keluarga yang terdampak.

Rekomendasi Untuk Anda

Perlindungan anak adalah tanggung jawab bersama. Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk lebih peduli dan proaktif dalam menciptakan lingkungan yang aman bagi anak-anak Indonesia.

Duduk Perkara Kasus Kekerasan Anak di Daycare Yogya

Kasus dugaan penganiayaan anak di tempat penitipan anak Little Aresha, Sorosutan, Umbulharjo, Yogyakarta, mencuat setelah Satreskrim Polresta Yogyakarta melakukan penggerebekan pada Jumat (24/4) sore.

Kasat Reskrim Polresta Yogyakarta, Kompol Riski Adrian, menyebut penggerebekan dilakukan karena adanya indikasi pengelola daycare memperlakukan anak secara tidak manusiawi. Polisi menemukan anak-anak dengan tangan dan kaki terikat, serta dugaan penelantaran.

“Diduga kuat melakukan tindak pidana memperlakukan anak secara diskriminatif, menempatkan, membiarkan, melibatkan anak dalam perlakuan salah dan penelantaran,” jelas Adrian.

Sejumlah orang tua korban turut memberikan kesaksian. Noorman, salah satu saksi, mengaku diperlihatkan video penggerebekan yang menunjukkan kondisi anak-anak tidak manusiawi. Sementara Sri (63), warga Kotagede, menuturkan cucunya pernah dikunci di kamar mandi oleh pengasuh daycare tersebut.

Fakta Kasus

  • Jumlah korban mencapai 53 anak, dengan kemungkinan bertambah seiring pendalaman penyidikan.
  • 30 orang ditangkap, terdiri dari pengasuh, pimpinan yayasan, hingga petugas keamanan.
  • Dari jumlah tersebut, 13 orang ditetapkan sebagai tersangka, termasuk kepala yayasan, kepala sekolah, dan 11 pengasuh.
  • Polisi menjerat para tersangka dengan pasal perlakuan salah, penelantaran, dan kekerasan terhadap anak.
  • Kapolresta Yogyakarta, Kombes Eva Guna Pandia, menegaskan penetapan tersangka dilakukan setelah gelar perkara pada Sabtu (25/4).
  • Polisi memastikan proses hukum akan berjalan tegas demi melindungi hak anak.

Kasus ini menimbulkan keprihatinan luas dan mendorong pemerintah daerah melakukan razia besar-besaran terhadap seluruh daycare di Yogyakarta.

Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com


Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas