Pelajaran dari SMA PL Van Lith Muntilan, Mengenal Profesi Sebelum Menentukan Masa Depan
Melalui OPP, siswa jauh memahami dan mengetahui sistematis kerja seperti yang diharapkan dicita-citakan, seperti jadi jurnalis, jaksa, diplomat
Editor:
Eko Sutriyanto

BAGI sebagian besar siswa SMA, masa kelas XI dan XII menjadi periode penuh pertanyaan seperti akan kuliah di mana, mengambil jurusan apa dan ingin menjadi seperti apa di masa depan.
Tidak sedikit siswa menentukan jurusan berdasarkan tren, saran teman, atau ekspektasi keluarga tanpa benar-benar memahami seperti apa dunia kerja yang akan mereka hadapi setelah lulus.
Memilih jurusan kuliah sejatinya bukan saja menentukan bidang studi selama 4 tahun, melainkan juga langkah awal menuju kehidupan profesional yang akan dijalani dalam jangka panjang.
Apalagi banyak siswa mengenal sebuah profesi hanya dari gambaran umum yang terlihat di permukaan.
Profesi dokter, misalnya, sering dipandang sebagai pekerjaan yang bergengsi dan bermanfaat bagi masyarakat namun tidak semua siswa memahami tuntutan pendidikan yang panjang, tekanan pekerjaan, maupun tanggung jawab besar yang menyertai profesi tersebut.
Hal yang sama juga berlaku pada profesi lain seperti jurnalis, diplomat, jaksa, insinyur, analis data, maupun pengusaha.
Baca juga: Menjaga Eksistensi Pers di Tengah Derasnya Informasi Media Sosial, Kreativitas Wartawan Jadi Jawaban
Melihat pentingnya pemahaman profesi ini, siswa kelas XI SMA Pangudi Luhur Van Lith diwajibkan mengikuti kegiatan yakni Orientasi Panggilan Profesi (OPP) yang dirancang untuk menjembatani minat, bakat, dan potensi akademik dengan pilihan jalur hidup, karier, atau panggilan pelayanan tertentu.
Melalui OPP, siswa jauh lebih memahami dan mengetahui sistematis kerja seperti yang diharapkan dicita-citakan, seperti menjadi jurnalis, jaksa, diplomat, dokter, data spesialis dan masih banyak lagi.
OPP membantu siswa mengenal dunia profesi secara lebih nyata sekaligus merefleksikan apakah bidang tersebut sesuai dengan minat, bakat dan nilai hidup yang mereka miliki.
Melalui orentasi bersama narasumber profesi yang bersangkutan selama sepekan, siswa juga diharapkan mengasah keterampilan lebih supaya tidak hanya berpegang dengan satu bakat dan nilai dapat dapat lebih mengeksplorasi diri.
Seperti pengalaman penulis yang bercita-cita jadi wartawan, dengan mengikuti kegiatan mengetahui narasumber yang merupakan wartawan Tribunnews.com mengetahui cara kerja wartawan, cara meliput artikel hingga penulisan berita.
Pengalaman OPP saya mendapatkan banyak nilai yang berarti bagi masa depan saya, mulai dari pengalaman terjun ke lapangan menjadi sebagai repoter, serta meendapatkan banyak ilmu dari praktek.
Melalui orentasi terbantu dalam memahami nilai serta bakat yang akan saya kembangkan untuk dapat meraih cita cita dan mimpi, bahkan saat menerbitkan artikel di portal Tribunnews.com, saya memperoleh tawaran memperoleh beasiswa sekolah ilmu komunikasi yang bisa merealisasikan mimpi saya menjadi seorang jurnalis.
Apakah OPP Sama dengan PKL atau Magang? Jawabannya, tidak.
Sumber: Tribunnews.com
Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com
Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.