Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribunners
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 02:00 WIB
Canada
Kanada
1 - 1
Bosnia
Bosnia
Grup D - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 08:00 WIB
United States
Amerika Serikat
4 - 1
Paraguay
Paraguay
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Tribunners / Citizen Journalism

Tantangan Perusahaan Asuransi Syariah Pasca Spin-off

Perusahaan hasil spin-off perlu memastikan ketersediaan empat pilar utama dalam penerapan manajemen risiko secara menyeluruh.

Tayang:
Diperbarui:
Baca & Ambil Poin
Editor: Choirul Arifin
zoom-in Tantangan Perusahaan Asuransi Syariah Pasca Spin-off
dok. Kompas
SPIN OFF ASURANSI SYARIAH - Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) hingga 22 Mei 2026, sudah 3 perusahaan asuransi yang telah melakukan spin off unit usaha syariah (UUS)-nya dengan mendirikan perusahaan baru. Sebanyak tujuh perusahaan asuransi lainnya sudah spin off UUS-nya dengan mengalihkan portofolio kepada perusahaan lain. 
Memuat video…

Di satu sisi ada ruang untuk efisiensi melalui kerja sama namun di sisi lain ada batasan tegas yang mengharuskan kemandirian pada fungsi-fungsi strategis.

Tantangannya adalah merancang model operasional yang memanfaatkan ruang efisiensi tanpa melanggar batasan independensi yang ditetapkan regulator. Pertama, perusahaan hasil spin-off perlu menyusun roadmap implementasi manajemen risiko secara bertahap dan realistis.

Pemetaan yang jelas mengenai fungsi mana yang harus segera dibangun secara mandiri dan mana yang masih dapat memanfaatkan kerja sama dalam kerangka ketentuan yang berlaku, menjadi penting untuk dilakukan. 

Kedua, investasi pada SDM dan sistem tidak dapat ditunda. Rekrutmen atau pelatihan bagi personel yang memahami manajemen risiko untuk bisnis syariah perlu dijadikan prioritas.

Sistem teknologi perlu diadopsi sesuai dengan skala bisnis saat ini dengan fleksibilitas untuk berkembang seiring pertumbuhan perusahaan. 

Ketiga, pemahaman terhadap batasan kerja sama yang diperkenankan regulator akan membantu perusahaan merancang struktur operasional sesuai ketentuan sekaligus efisien secara biaya.

Spin-off bukanlah titik akhir melainkan awal dari transformasi kelembagaan yang lebih besar. Perusahaan asuransi dan reasuransi syariah yang baru lahir diharapkan untuk segera matang secara institusional.

Rekomendasi Untuk Anda

Manajemen risiko yang selama ini berjalan dalam ekosistem induk kini harus menjadi fungsi inti yang mandiri. Industri perlu menyadari bahwa tantangan terbesar spin-off bukan terletak pada proses pemisahan, melainkan pada kesiapan kelembagaan setelah pemisahan terjadi.

 

*) Artikel ini ditulis secara kolaboratif oleh Futty Pratiwi, mahasiswi Magister Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia bersama Dr. Dewi Hanggraeni, MBA. CA, CACP, GRCE, CRM, dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis UI dan Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis FKD Universitas Pertamina, Jakarta.

Sesuai Minatmu
Halaman 2/2

Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com


Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas