Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribunners
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Grup G - Matchday 1
Selasa, 16 Juni 2026 | 02:00 WIB
Belgium
Belgia
1 - 1
Egypt
Mesir
Grup H - Matchday 1
Selasa, 16 Juni 2026 | 05:00 WIB
Saudi Arabia
Arab Saudi
VS
Uruguay
Uruguay
Grup G - Matchday 1
Selasa, 16 Juni 2026 | 08:00 WIB
Iran
Iran
VS
New Zealand
Selandia Baru
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Tribunners / Citizen Journalism

Israel, Netanyahu, dan Mindset Zero-Sum Game

Israel bombardir Lebanon meski ditekan Trump dan dunia, Netanyahu langgar gencatan senjata, reputasi global kian tercoreng.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Glery Lazuardi
Memuat video…

Puncaknya adalah ketika Netanyahu berhasil memprovokasi Trump untuk melakukan agresi militer ke Iran pada penghujung Februari 2026 yang menewaskan pemimpin tertinggi Iran, Sayyid Ayatullah Rohullah Ali Khamenei.

Boleh saja dalam satu tempo, Israel dengan politik zero-sume game-nya berhasil mencapai kepentingan nasionanya secara jangka pendek.

Namun demikian, seiring dengan berjalannnya waktu, dinamika perang yang terjadi antara segitiga siku-siku kepentingan AS-Israel-Iran menempatkan posisi AS dan Israel dalam situasi yang buruk—penuh tekanan di level domestik dan internasional, serta tuduhan kejahatan perang dan kemanusiaan secara serius. 

AS dan Gejala Rasionalitas

AS di bawah Donald Trump mulai menunjukkan gejala-gejala rasionalitas dalam berfikir dan bersikap. Dalam dua bulan terakhir, AS menunjukkan intensi untuk berunding mewujudkan perdamaian melalui mediasi yang dijalankan oleh Pakistan. Meskipun tidak secara konsisten mematuhi kesepakatan gencatan senjata, AS di bawah Donald Trump mulai berfikir secara rasional.

Penolakan rakyat dan kongres di level domestik, serta ketiadaan dukungan dana perang merupakan sirkumstansi yang tidak mendukung untuk melanjutkan perang. Situasi ini pada akhirnya dibaca oleh Netanyahu yang belum keluar dari cangkang berfikir zero-sume game yang membelenggunya.

Netanyahu yang merasa mulai ditinggalkan AS akhirnya menempuh langkah kalap dengan membombardir Hizbullah di Lebanon dengan harapan dapat merusak proses perdamaian. Israel bahkan menempuh langkah gila dengan melakukan aktivitas spionase terhadap para pejabat AS yang terlibat dalam proses negosiasi dengan Iran.

Dosa Sejarah Israel

Israel di bawah kepemimpinan Benjamin Netanyahu merupakan potret nyata sebuah negara modern yang masih terjebak dalam cangkang pemikiran purba akan sistem internasional yang selalu bersifat anarkis dan menghadirkan ancaman.

Rekomendasi Untuk Anda

Pola pikir zero-sume game yang membebat perumusan kebijakan Israel saat ini akan selalu membawa Israel ke zona konflik dengan siapapun yang pada akhirnya menempatkan Israel sebagai parasit dalam lanskap politik regional ataupun global.

Mungkin inilah konsekuensi logis dari dosa sejarah yang akan selalu dipanggul Israel dalam mempertahankan eksistensinya—membangun negara di atas tanah, air mata, dan darah bangsa Palestina. 

Sesuai Minatmu
Halaman 2/2

Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com


Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas