Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribunners
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Grup I - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 02:00 WIB
France
Prancis
VS
Senegal
Senegal
Grup I - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 05:00 WIB
Iraq
Irak
VS
Norway
Norwegia
Grup J - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 08:00 WIB
Argentina
Argentina
VS
Algeria
Aljazair
Grup J - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 11:00 WIB
Austria
Austria
VS
Jordan
Yordania
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Tribunners / Citizen Journalism

Memutus Lingkaran Setan 'Kemiskinan Mobilitas' di Perkotaan

Jumlah penduduk miskin di wilayah perkotaan Indonesia adalah sekitar 11,64 juta orang atau secara persentase mencapai 7,09 persen.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Choirul Arifin
zoom-in Memutus Lingkaran Setan 'Kemiskinan Mobilitas' di Perkotaan
Tribunnews.com/dok.
Di perkotaan, kemiskinan sering kali berkelindan dengan masalah kepadatan penduduk, mahalnya biaya hidup. Mereka yang paling merasakan dampak langsung jika sistem transportasi umum kita tidak segera dibenahi. 
Memuat video…

Perlu diingat bahwa kemiskinan bukan lagi sekadar perkara minimnya uang di dompet, melainkan juga tentang keterbatasan akses. Buruknya layanan transportasi umum otomatis mengisolasi kelompok masyarakat rentan dari fasilitas-fasilitas vital.

Mereka menjadi kesulitan untuk menjangkau layanan kesehatan seperti puskesmas atau rumah sakit rujukan, mengakses sekolah dan pusat pelatihan kerja, hingga mendatangi pasar tradisional yang menawarkan harga logistik jauh lebih murah.

Langkah strategis

Langkah strategis dan konkret yang dapat diambil oleh pemerintah dan perencana kota untuk memutus lingkaran kemiskinan itu dengan cara integrasi antarmoda dan tarif tunggal ( Integrated Tariff ); subsidi tepat sasaran; menghubungkan pinggiran kota via angkutan pengumpan; perencanaan kota berbasis transit ( Transit-Oriented Development /TOD) dan menjamin ketepatan waktu untuk menjaga produktivitas.

Memutus lingkaran setan kemiskinan mobilitas membutuhkan pergeseran paradigma transportasi umum tidak boleh hanya dilihat sebagai infrastruktur fisik, melainkan sebagai layanan dasar hak warga negara, sama seperti air bersih, pendidikan, dan kesehatan.

Ketika pemerintah berinvestasi pada transportasi murah dan aksesibel, pemerintah sebenarnya sedang membuka sumbat ekonomi.

Warga miskin menghemat uang, menghemat waktu, memiliki kesehatan lebih baik, dan mendapatkan akses yang setara terhadap lapangan kerja serta pendidikan berkualitas.

Rekomendasi Untuk Anda

Karena itu, membangun transportasi publik yang andal bukan lagi sekadar proyek infrastruktur kota, melainkan sebuah investasi kemanusiaan yang mendesak demi mewujudkan keadilan sosial yang nyata.

Pada hakikatnya, membenahi transportasi publik adalah cara paling logis untuk memobilisasi masyarakat keluar dari jerat kemiskinan.

Kota yang maju bukanlah tempat di mana orang miskin dipaksa membeli kendaraan pribadi, melainkan kota di mana mereka yang berkecukupan pun memilih untuk naik transportasi umum bersama-sama.

 

Sesuai Minatmu
Halaman 2/2

Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com


Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas