Perkenalkan “System Shift”, Kerangka Baru Membaca Perubahan Dunia
SAAT meningkatnya ketidakpastian global, fragmentasi geopolitik, percepatan kecerdasan buatan, krisis institusi, dan tekanan ekonomi yang bersamaan
Editor:
Anita K Wardhani


SAAT meningkatnya ketidakpastian global, fragmentasi geopolitik, percepatan kecerdasan buatan, krisis institusi, dan tekanan ekonomi yang muncul hampir bersamaan di berbagai belahan dunia, rasanya perlu mengenalkan sebuah kerangka baru untuk membaca perubahan dunia: System Shift.
Buku berjudul System Shift: Reading the World as Structure in Motion, mengajak pembaca melihat bahwa perubahan besar hampir tidak pernah terjadi secara mendadak. Yang berubah terlebih dahulu adalah struktur yang menopang dunia itu sendiri.
System Shift ini melangkah dan membawa pendekatan berpikir sistemik ke dalam pembacaan perubahan global.
“Perubahan besar hampir tidak pernah muncul tiba-tiba. Krisis biasanya hanyalah permukaan dari tekanan struktural yang telah lama bergerak di dalam sistem,” tulis Prof. Raymond dalam pengantar bukunya.
Berangkat dari pengamatan tersebut, System Shift dibangun di atas gagasan bahwa manusia sering terlambat memahami perubahan karena terlalu fokus pada peristiwa, sementara struktur yang melahirkan peristiwa itu sendiri jarang dibaca secara utuh.
Konflik geopolitik, disrupsi ekonomi, ketidakstabilan institusi, hingga perubahan sosial yang tampak mendadak sebenarnya merupakan hasil dari akumulasi tekanan yang berlangsung perlahan di dalam sistem.
Buku ini dikembangkan melalui tiga lapisan utama pembahasan.
Pertama, menunjukkan bahwa berbagai peristiwa global pada dasarnya merupakan ekspresi dari proses struktural yang lebih dalam.
Kedua, mengurai bagaimana sistem ekonomi, politik, teknologi, lingkungan, dan institusi sosial saling terhubung dan menciptakan fragilitas yang sering kali tidak terlihat selama periode stabil.
Ketiga, menerjemahkan kerangka tersebut ke dalam tiga belas instrumen operasional untuk membantu pembaca mengenali arah pergeseran sistem, membaca titik tekanan, dan memahami perubahan sebelum dampaknya benar-benar muncul ke permukaan.
cara berpikir dalam System Shift bukanlah sesuatu yang lahir secara terpisah dari dunia sains. Pendekatan berbasis sistem telah lama menjadi bagian dari proses riset biomedis, terutama dalam memahami kompleksitas biologis, merancang inovasi jangka panjang, dan membaca hubungan antar-komponen yang tidak selalu terlihat secara langsung. Pengalaman tersebut kemudian berkembang menjadi refleksi yang lebih luas mengenai bagaimana sistem bekerja, berubah, dan mengalami tekanan dalam skala global.
Dengan lebih dari 200 publikasi internasional terindeks Scopus dan puluhan paten yang diakui secara nasional maupun global,
System Shift bukan sekadar buku tentang krisis global, melainkan sebuah upaya membangun cara membaca realitas yang lebih dalam dan lebih struktural.
Dunia, tidak terutama berubah karena satu peristiwa tunggal, melainkan karena sistem yang menopangnya terus bergerak, menyerap tekanan, dan perlahan mengubah keseimbangan internalnya sendiri.
Sumber: Tribunnews.com
Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com
Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.