Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Kritik Pemerintah Massa Bawa Keranda Mayat

Bencana kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Bian Harnansa

Laporan reporter tribunpekanbaru.com, David Tobing

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Bencana kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah provinsi di Indonesia belum berakhir.

Mahasiswa di Pekanbaru, Riau, kembali melakukan aksi demonstrasi, Kamis (29/10/2015), mendesak pemerintah serius menangani kabut asap.

Demo hari itu dilakukan puluhan mahasiswa di depan pintu gerbang Kantor Gubernur Riau.

Para mahasiswa itu mengusung keranda mayat dan sebuah kain putih berbentuk pocong diatasnya.

Itu merupakan bentuk kritikan kepada pemerintah karena lamban mengatasi bencana asap sehingga banyak masyarakat yang menjadi korban asap.

Selain itu mahasiswa juga membawa tahung oksigen dengan betuliskan nilai Rp. 1 juta di tabung itu.

Rekomendasi Untuk Anda

Dalam orasinya mahasiswa itu mengatakan, banyak warga yang tidak mendapatkan hak atas udara yang sehat akibat bencana asap.

Bahkan demi untuk mendapatkan udara sehat, warga harus membayar mahal dengan membeli tabung oksigen.

Tabung oksigen menjadi barang yang sangat mahal, mencapai Rp. 1 juta untuk satu tabung.

Banyak warga yang tidak mampu tidak akan bisa membeli tabung oksigen atau udara yang baik selama kabut asap berlangsung.

Untuk itu mereka mendesak pemerintah segera menyiapkan tabung gas oksigen untuk warga.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas