Pasar Batu Akik Bogor Sepi, Harga Bacan dan Kalimaya Tetap Tinggi
"Memang penggemar batu sekarang berkurang dibanding awal-awal, tapi harga bacan dan kalimaya tetap stabil," ujar Galih, pedagang batu akik.
Editor: Sapto Nugroho
Laporan Reporter Tribunnews Video, Ardhi Sanjaya
TRIBUNNEWS.COM, BOGOR TENGAH - Menurunnya tren penggemar batu akik di Kota Bogor, Jawa Barat tidak mempengaruhi harga batu bacan dan kalimaya.
Kedua jenis batu akik itu saat ini masih mahal dijual.
Harga keduanya tetap stabil di tengah kemerosotan tren batu akik di Kota Bogor.
"Memang penggemar batu sekarang berkurang dibanding awal-awal, tapi harga bacan dan kalimaya tetap stabil," ujar Galih, pedagang batu akik di sentra batu akik Pasar Devris, Kota Bogor, Jumat (13/11/2015).
Perhiasan batu bacan di sentra batu akik Pasar Devris, Kota Bogor, Jumat (13/11/2015). (TribunnewsBogor/Ardhi Sanjaya)
Galih mengatakan, harga sebagian besar batu akik mengalami penurunan, seiring berkurangnya pembeli.
Hal itu membuat dia dan pedagang lainnya menurunkan harga jual batunya, termasuk berbagai aksesorisnya.
"Tapi dari dulu sampai sekarang yang bertahan dan masih tinggi itu bacan, kalimaya, dan batu permata," ungkap pemilik lapak Scudeto Gamestone tersebut.
Harga batu berwarna hijau itu dipatok mulai dari Rp 1 juta hingga Rp 15 juta. "Tergantung kualitas dan tingkat kekristalan di batunya," terang Galih mengenai harga batu bacan.
Sementara itu batu kalimaya dijual dengan harga Rp 5 juta. "Tapi itu ukurannya yang kecil," katanya.(*)
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.