Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Nampah, Gebogan dan Penjor Hiasi Natal Umat Katholik di Bali

Nampah, Gebogan dan Penjor merupakan alat atau penanda perayaan hari raya pada tradisi yang melekat untuk masyarakat Hindu Bali.

Tayang:
Baca & Ambil Poin

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Made Ardhiangga

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Nampah, Gebogan dan Penjor merupakan alat atau penanda perayaan hari raya pada tradisi yang melekat untuk masyarakat Hindu Bali.

Meski demikian, hal tersebut tampak juga dilakukan oleh pemeluk agama Katholik di , Kuta Utara, Badung, Bali.

Mereka melakukan nampah atau melakukan pemotongan hewan yang dijadikan kurban, untuk kemudian dibagikan ke saudara umat-umat lainnya.

Kemudian, ada pembuatan Gebogan atau menyusun kue-kue, juga pembuatan Penjor khas Bali.

Ketua Gereja Santo Paulus Kulibul, Jalan Tibubeneng, Kuta Utara, Badung, Bali, Nyoman Purnawan‎ mengaku bahwa tiga hal di atas dilakukan sebagai ucapan syukur kepada Tuhan, Yesus Kristus, atas apa yang sudah diberikan selama setahun terakhir.

"Tidak lupa ini juga sebagai bagian kerukunan umat beragama di lingkungan kami," katanya kepada Tribun Bali, Rabu (23/12/2015).

Rekomendasi Untuk Anda

‎Dalam penampahan, sambungnya, sudah dilaksanakan sedari Rabu pagi. Yaitu, dengan melakukan pemotongan hewan berupa babi. Setelah itu melakukan ngejot atau membuat lawar dan diberikan kepada tetangga dan umat agama non Katholik, kecuali umat Muslim.

"Ini bagian dari apa yang kami lakukan setiap tahunnya," pungkasnya.

Dan pada siang harinya, ‎pemeluk agama Katholik di Gereja tersebut akan melaksanakan kerja bakti dan gotong royong dengan pembuatan Penjor. Setelah itu melakukan perayaan malam Natal dan Natal pada 25 Desember mendatang.(*)

Sumber: Tribun Bali
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas