Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Menengok Tempat Pertapaan Ahmad Musadek, Nabi Palsu Gafatar

"Suka dipakai berenang kelompoknya Musadek kalau waktu dulu mah," katanya.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Mohamad Yoenus

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Ardhi Sanjaya

TRIBUNNEWS.COM, PAMIJAHAN - Markas Ahmad Musadek, nabi palsu yang dianggap sebagai utusan Tuhan di Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar), di Kampung Cimudal, RT. 3/9, Desa Gunung Sari, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, tidak lagi dihuni.

Sebuah villa di kawasan wisata Salah Endah, berwana cokelat gading, tampak sepi.

Cukup sulit menemukan tempat yang menjadi persembunyian gerkan Al-Qiyadada Al Islamiah pada tahun 2004.

Dua jam perjalanan dari pusat Kota Bogor, menuju ke arah Leuwiliang.

Tempatnya ada di 300 meter dari sisi jalan.

Jalannya menanjak curam, lebarnya tak kurang dari dua meter, juga bebatuan bekas jalan coran yang rusak, sisi kanan kiri rimbun ditumbuhi pepohonan.

Rekomendasi Untuk Anda

Sebelah kiri jalan, setelah jembatan, ada sebuah pagar yang terbuat dari bambu.

Pekarangan dan sebuah bangunan rumah sederhana yang tampak lebih dulu saat memasukinya.

Rumah itu dihuni oleh seorang warga yang ditugaskan menjaga villa tersebut.

"Dulu memang ini punya Musadek, cuma sekarang sudah pindah tangan," kata penjaga villa, Jaenal (38), kepada TribunnewsBogor.com, Rabu (13/01/2016).

Ada empat bangunan di kawasan seluas tiga ribu meter persegi tersebut.

Ada sebuah pendopo dengan meja tebis yang terlipat di dalamnya.

Ada pula pendopo berukuran lebih kecil di sisi pekarangan.

"Pendopo yang dulu dipakai bertapa Musadek sudah tidak ada, kan dibakar sama warga, adanya di pekarangan bawah," kata Jaenal.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas