Tribun

Banyak Pekerja Tak Menyadari Terkena HIV dan AIDS

Pekerja dan masyarakat jangan takut atau malu rutin memeriksakan diri mengikuti tes VCT supaya HIV dan AIDS bisa dideteksi secara dini.

Editor: Willem Jonata

Laporan wartawan Sriwijaya Post, Ardani

TRIBUNNEWS.COM, MUARAENIM - PT Bukit Asam (PTBA) melalui program CSR, menggelar Penyuluhan Kesehatan Gerakan Nasional Keselamatan Kesehatan Kerja Tahun 2016, tentang penanganan HIV dan AIDS di kantor PTBA Tanjungenim, Muaraenim.

Dalam kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh GM UPTE Suhaidi, Camat Lawang Kidul Rahmat Noviar, ratusan karyawan PTBA, dan tamu undangan. Ramdani Sirait, Direktur Eksekutif Indonesia Business Coalition on AIDS, bertindak sebagai nara sumbernya.

Menurut Ramdani Sirait, tenaga kerja saat ini, banyak yang tidak menyadari sudah terkena HIV dan AIDS. Dan ketika terdeteksi, tidak bisa lagi dilakukan pencegahan dan penanggulangan. Makanya, para pekerja dan masyarakat jangan takut atau malu secara rutin memeriksakan diri dengan mengikuti tes VCT supaya HIV dan AIDS bisa dideteksi secara dini.

Di Indonesia, kata Ramdani, penularan HIV tercepat di Asia Tenggara adalah Indonesia (UNAIDS). Di Indonesia, sekitar 9000 ibu rumah tangga terkena HIV.

Namun epidemi HIV di Indoensia terkonsentrasi pada populasi kunci waria, lelaki seks lelaki, pengguna narkoba suntik, wanita pekerja seks dengan prevalensi 0,4 persen. Tapi secara spesifik di tanah Papua epidemi HIV merupakan epidemi umum dengan prevalensi 2,3 persen.

Virus HIV, lanjut Ramdani, bisa berada di darah, cairan vagina, cairan semen dan air susu ibu. Bentuk penularan HIV bisa melalui hubungan seksual berisiko, dari ibu hamil positif HIV ke bayi, pemakaian alat suntik secara bergantian dengan orang HIV positif, transfusi darah yang tercemar HIV.

Untuk pencegahan yakni Abstinens (tidak melakukan hubungan seksual sebelum menikah), bertindak setia (tidak gonta-ganti pasangan), cegah dengan kondom (pelaku PSK) dan Edukasi (pemberian informasi dan pengetahuan yang benar dan lengkap tentang HIV dan AIDS).

Sedangkan untuk masa inkubasi HIV, sambung Ramdani, ada tiga fase yakni Periode Jendela masa Infeksi 2-6 minggu (terinfeksi gejala seperti flu), lalu menjadi HIV dalam kurun waktu 3-10 tahun, di mana penderitanya akan tampak sehat. 

Kemudian akan menjadi AIDS sekitar 1-2 tahun dengan gejala timbul Infeksi Opoturnistik (IO) gejala diare, berat badan turun, demam, gangguan saraf dan jamur. HIV tidak menular melalui nyamuk, berciuman, bersalaman, berenang, makan, buang air besar.

Camat Lawang Kidul Drs Rahmat Noviar MSi, bahwa salah satu program Kabupaten Muaraenim adalah SMAS (Sehat Mandiri Agamis dan Sejahtera). Dengan adanya kegiatan ini, tentu sangat disambut baik sebab selaras dengan misi dan visi Pemkab Muaraenim.

Sebab dengan jumlah penduduk Kecamatan Lawang Kidul yang cukup padat sekitar 67 ribu jiwa, tentu menjadi lahan subur bagi penyebaran virus HIV, sebab pencegahan lebih baik daripada mengobati.

Sementara itu GM UPTE Suhaidi, mengatakan AIDS adalah penyakit yang mematikan makanya lebih kita cegah sebelum terjangkiti. Jika sudah terjangkit, tentu selain merugikan diri sendiri, juga akan merugikan perusahaan, sebab perusahaan akan mengeluarkan pengobatan lebih besar lagi serta akan mengurangi produktifitas serta menganggu kinerja. 

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas